Ormas ini merangkul pemuda lintas etnis dan golongan. Itu sebabnya, saya kira, kepemimpinannya di partai besar itu berhasil. Dalam beberapa pemilu partainya menang di Borgam. Partainya memainkan peran penting di perpolitikan di Borgam.
Bahwa posisinya sebagai pembela terdakwa Awang dan Runi dalam kasus pembunuhan Putri ini melambungkan namanya, itu tak terbantahkan, tapi kami menilai dia memang pengacara yang baik. Banyak kasus ia menangkan.
”Mau ketemu di mana, Mas Abdur? Di kantor saya atau di luar?” katanya. Saya memilih kantornya, tak terlalu jauh dari kantor LSM Woman Worker Care. Restu menyambut kami dengan hangat. Dengan penampilan yang selalu rapi dan necis. Kami menunggu sebentar di teras lantai 2 kantornya yang terbuka – biar bisa ngobrol santai sambil merokok, katanya – lalu datanglah ia dengan tiga berkas tebal. Langsung saya menduga itu berkas dakwaan dan BAP kasus pembunuhan Putri. Persis seperti yang saya terima dari Pak Rinto. ”Kalau baca dakwaan ini, sulit bagi Pintor untuk bebas dari hukuman. Terlalu jelas perannya, sangat kuat bukti-buktinya,” kata Restu.
BACA JUGA: Siapa Membunuh Putri (25)
”Mas Dur saya fotokopikan ya?” tanya Restu.
Saya iyakan saja. Pura-pura bahwa kami belum punya berkas itu. Kalau pengacara yang mendapatkannya saya kira itu wajar, dia memang bekerja untuk membela kliennya. Kalau Pak Rinto? Orang sipil biasa itu? Saya hanya bisa membayangkan ada jejaring pengaruh yang bisa digerakkan olehnya.
Restu menjelaskan sulit bagi kliennya untuk bebas, tapi dia akan perjuangkan hukuman yang seringan-ringannya. Makanya dalam sidang-sidang dua kliennya tak pernah berbelit-belit dan tak pernah ragu memberikan keterangan. Sangat kooperatif. Itu akan jadi hal yang meringankan. Tugasnya untuk meyakinkan majelis hakim bahwa otak dari kasus ini –adalah AKBP Pintor – dan dia harus jadi tersangka sudah tercapai.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi