”Serius?”
”Semua orang di sini cerita begitu. Apalagi setelah kejadian pembunuhan dan kasus mobil bodong itu,” kata Nenia. ”Tanya Bang Jon, deh. Dia sudah lama tahu. Dia kan sering juga ke sini. Dia mungkin pernah lihat mereka di sini…”
Sebelum Bang Eel menyuruh mengamati praktik kasino illegal di Bluebeach, saya sudah minta Nurikmal untuk menginvestigasi, kumpulkan fakta-faktanya. Terutama siapa yang mengendalikan. Banyak hal menarik yang bisa diberitakan tanpa harus menyentuh perjudiannya.
BACA JUGA: Siapa Membunuh Putri (22)
”Judi bukan hanya judi apalagi perputaran uangnya gila-gilaan. Ada data analisis arus uang masuk keluar yang diperkirakan terkait judi itu bisa lebih dari satu triliun. Sebulan. Itu hampir sepertiga APBD kota ini setahun,” kata Nurikmal.
Belum lagi hal-hal lain, prostitusi terselubung misalnya. Ratusan perempuan muda yang kerjanya mendampingi mereka yang berjudi itu juga menarik diamati. Nurikmal mewawancarai beberapa perempuan muda itu. Mereka mengakui yang mereka lakukan ya melayani tamu-tamunya dari kasino sampai kamar hotel.
”Ini juga bisnis besar. Ada mafia yang rapi. Jalurnya pasokannya, mereka direkrut dari Jawa atau Sumatera. Masuk ke Pulau Kerambil. Kita pernah tulis kompleks pelacuran di sana, namanya… Labuan Paya, ya itu, dia Labuan Paya. Orang-orang seberang yang muda-muda dan yang punya uang lebih mainnya ke Kerambil. Kita punya data tarifnya. Dari sana, mungkin kalau sudah dianggap terlatih, baru kemudian cewek-cewek itu dibawa ke Borgam. Ya, sebagian besar bekerja di kasino itu,” kata Nurikmal.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi