KEMPALAN: MTs Muhammadiyah 1 Malang (MATSAMUTU) sepertinya tidak lagi asing di telinga kita. Madrasah tsanawiyah dengan beberapa program unggulan ini semakin hari semakin dikenal namanya.
Tidak hanya sarana prasarana yang memumpuni, matsamutu juga selalu menerapkan banyak kegiatan kegamaan untuk meningkatkan intelektual-spiritual peserta didiknya.
Salah satu contoh dari program keagamaan tersebut adalah keputrian, sholat jum’at, sholat dhuha, sholat dhuhur berjama’ah dan kelas mengaji yang diwajibkan kepada seluruh peserta didik sebelum dimulai pembelajaran, serta program unggulan matsamutu yakni program kelas mengaji tahfidzul qur’an.
Program tahfidz menjadi salah satu program unggulan yang berada dibawah bimbingan Ust Husein. Selaku pembimbing kelas tahfidz, beliau juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa asistensi mengajar PAI UMM untuk turut berkontribusi dalam program terssebut.
Setiap pagi sebelum dimulai pembelajaran, seluruh peserta didik memasuki kelas mengaji bersama dengan guru pembimbing termasuk mahasiswa asistensi mengajar yang telah dibagi di setiap kelasnya.
BACA JUGA: Pelecehan Seksual di Lingkungan Kerja, Salah Siapa?
Peserta didik dapat mengaji, murojaah dan menyetorkan hafalan kepada mahasiswa asistensi mengajar PAI, untuk kemudian diberikan nilai berdasarkan kelancaran, makhorijul khuruf dan tajwid peserta didik.
Mahasiswa asistensi mengajar PAI juga berkontribusi dalam pengajaran materi kelas mengaji, seperti memberi materi mengenai tajwid, makhorijul khuruf dan lain sebagainya.
Tidak hanya dalam program mengaji, mahasiswa asistensi mengajar UMM juga kerap kali menjadi imam sholat berjamaah seluruh staff pengajar dan peserta didik sekolah (bagi yang putra) serta menjadi pemateri keislaman dalam program keputrian yang dilaksanakan setiap hari jum’at, saat sholat jum’at berlangsung.
Peran dan tanggungjawab sebagai pendidik telah disadari sejak dini oleh mahasiswa asistensi Mengajar PAI UMM. Maka dari itu, meskipun hanya dalam program Asistensi Mengajar, mahasiswa PAI UMM melakukan tugasnya dengan sepenuh hati, dengan harapan akan menjadi guru yang terbaik bagi peserta didik.
BACA JUGA: Manusia yang Tak Bisa Lepas dari Gawai
Kesempatan untuk berkontribusi dalam program keagamaan dan program unggulan di sekolah MTs Muhammadiyah 1 Malang tentu saja tidak akan disia-siakan, hal ini sebagai salah satu bentuk dari proses belajar mahasiswa bagaimana agar dapat berperan dalam banyak hal tidak hanya menjadi guru di kelas melainkan menjadi pembimbing yang dapat memberikan arahan terbaik bagi peserta didik.
Kontribusi mahasiswa asistensi mengajar dalam program keagamaan sekolah diharapkan dapat menjadi awal kebaikan, baik bagi mahasiswa asistensi mengajar, bagi peserta didik maupun bagi seluruh keluarga besar Matsamutu. (*)
Editor: DAD

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi