Kisah pertempuran itu pernah juga difilmkan oleh sutradara D Djajakusumah berdasarkan karya SH Mintardja pada tahun 1971 dengan judul ” Api Di Bukit Menoreh”. Para pemerannya antara lain WD Mochtar, Kusno Sudjarwadi, Moh Mochtar, Hassan Sanusi, Hadisjam Tahax, Husin Lubis, Kies Slamet, Sentot S, Sosialisman, Nuniek Gunadi, Godfried Sancho, Iman Sutrisno, Bambang Supeno, Yetty Syarifah, Widjaya, Sutopo HS, dan Aries Mukadi.
Film itulah yang menempel di benak pertama kali ketika berbicara mengenai Resto Kopi Klotok Menoreh, yang membuat penasaran untuk berkunjung ke sana. Senin (26/9) lalu pas betul. Penerbangan Garuda yang saya tumpangi ke Yogyakarta, mendarat pukul 12.30 di Yogyakarta Internasional Airport. Sudah masuk jam makan siang.
“Perjalanan 30 – 40 menit sampai,” jawab Eko B Supriyanto pemilik resto Kopi Klotok Menoreh, lewat WhatsApp.

Menyebut nama resto itu supir kendaraan, Sumantra dari Trac yang menjemput kami pun langsung nyambung. Tiga puluh menit kemudian kami tiba di sana. Tempatnya resik, ditata apik. Pantas cepat dikenal luas.
Ketika saya mengupload foto kunjungan ke resto itu di Facebook dan Instagram, beberapa kawan langsung menyahut. ” Jangan lupa Telor Dadar Krispinya, eunak banget,” ujar Debbie Chintya Dewi. Bintang film senior ini sering ke Yogyakarta menengok anak menantu dan cucunya yang tinggal di sana. Ia mengaku sering berkunjung ke Resto Kopi Klotok Menoreh itu.
“Waduh saya sering banget ke sana,” komentar yang lain. Dia Handaru Widharna, cucu Ibu Norma Musa, istri Sultan Hamengkubuwono IX yang tinggal di kota Gudeg itu.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi