Amerika Serikat sudah mematahkan mitos politik itu melalui Obama, Kennedy, dan Biden. Di Indonesia kemungkinan itu bisa saja terjadi. Tokoh-tokoh dari etnis non-Jawa sekarang sudah banyak yang mempunyai kualitas yang tidak kalah dengan tokoh-tokoh Jawa.
Pernyataan Luhut itu dianggap tendensius, mungkin, karena menyindir Anies Baswedan. Jamak diketahui, Luhut tidak berada pada barisan yang mendukung Anies, malah sebaliknya Luhut berada di barisan yang berseberangan. Pernyataan itu diangap sebagai kode keras atau kode lunak kepada Anies supaya tidak memaksa diri menjadi presiden.
BACA JUGA: Anies Copras Capres
Anies sudah sering mendapat serangan berdasar etnis semacam ini. Tapi, Anies tidak pernah meresponsnya dengan frontal dan konfrontasional. Anies memang mempunyai darah etnis Arab, tetapi nasabnya dari kakek moyang menunjukkan kualitas nasionalisme yang tulen. Kakek Anies, Abdurrahman Baswedan ialah pahlawan dan pejuang nasional yang menegaskan integrasi etnis Arab sebagai bagian dari bangsa Indonesia.
Masyarakat Indonesia sudah semakin cerdas dan pandai menilai kualitas para pemimpinnya sendiri. Mereka mempunyai kedaulatan memilih dan mereka tahu siapa pemimpin yang berkualitas tulen dan siapa yang berkualitas kaleng-kaleng. (*)
Editor: DAD

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi