Susilo Bambang Yudhoyono menjadikan Jusuf Kalla sebagai running mate dan berhasil memenangkan kontestasi pilpres pada 2004. Hal yang sama dilakukan oleh Joko Widodo yang juga menggandeng Jusuf Kalla pada kontestasi pilpres 2014.
Latar belakang etnisitas sebagai bagian dari identitas politik menjadi bagian tidak terpisahkan dalam percaturan politik modern. Di Amerika Serikat, sampai sekarang masih tetap ada keyakinan bahwa presiden harus berkulit putih. Sampai dengan 250 tahun kemerdekaan Amerika, Barrack Obama ialah satu-satunya presiden berkulit hitam. Selebihnya, semua presiden Amerika Serikat berkulit putih dan beragama protestan.
BACA JUGA: Turun Gunung
Bangsa Amerika dikenal dengan identitas WASP atau White Anglo Saxon Protestant, berkulit putih, keturunan anglo saxon Inggris, dan beragama Protestant. Dominasi kulit putih ini tercermin dalam dominasi politik, ekonomi, sosial, budaya, dan lain-lain. Orang kulit berwarna dan berkulit hitam adalah minoritas.
Orang non-Protestan seperti Katolik pun menjadi minoritas di Amerika dan karenanya kesempatan untuk menjadi presiden sangat kecil. Dalam sejarah 250 tahun kemerdekaan Amerika, semua presiden beragama Protestan. Satu-satunya yang beragama Katolik adalah John F. Kennedy yang meninggal dibunuh pada 1963. Presiden Joe Biden sekarang ini beragama Protestan, dan mungkin menjadi presiden Protestan pertama Amerika yang menyelesaikan masa baktinya empat tahun secara tuntas.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi