Selasa, 23 Juni 2026, pukul : 19:27 WIB
Surabaya
--°C

Tata Kawasan Eks Lokalisasi Dolly, Ubaya Diundang Survei Pemetaan Terpadu

SURABAYA-KEMPALAN: Universitas Surabaya (Ubaya) menjadi salah satu pihak yang diundang oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk melakukan survei pemetaan terpadu dalam rangka menata kawasan eks lokalisasi Dolly. Kegiatan survei tersebut dilakukan pada Rabu (21/09/2022) bertempat di Jalan Kupang Gunung Timur I yang selama ini dikenal sebagai Gang Dolly. Undangan kegiatan berasal dari Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Surabaya Irvan Widyanto, S.Sos., M.H..

Survei pemetaan terpadu diikuti segenap unsur yang terkait dengan kegiatan pemberdayaan masyarakat dan ruang kreatif Gang Dolly. Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Surabaya mengundang segenap unsur pemerintahan seperti Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Serta Pertanahan, Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Serta Pariwisata, Camat Sawahan, dan lain-lain. Juga hadir pada kegiatan survei ini tiga perguruan tinggi, yaitu Ubaya, UK Petra, dan Universitas Ciputra. Kemudian dari pihak perbankan hadir perwakilan bank seperti BPD Jawa Timur Kanwil Surabaya, Bank BNI Kanwil Surabaya, Bank BRI Kanwil Surabaya, dan Bank Mandiri Kanwil Surabaya.

Pada survei itu, dari LPPM Ubaya hadir Dr. Hazrul Iswadi sebagai Sekretaris LPPM Ubaya dan Tang Hamidy, A.Md., Manajer Administrasi Penelitian LPPM Ubaya, Utomo, S.Sos. Manajer Administrasi Pengabdian kepada Masyarakat LPPM Ubaya, dan Hedi Amelia Bella Cintya, S.Ds., M.Ds. dosen Fakultas Indusrti Kreatif Ubaya.

BACA JUGA  Komisi C Pastikan Tak Ada Rasionalisasi APBD Surabaya 2026
Berbagai kondisi terkini wisma-wisma kawasan eks lokalisasi Dolly.

“Survei ini dilakukan agar pihak-pihak yang terkait dengan penataan kawasan eks lokalisasi Dolly mempunyai gambaran yang lebih jelas tentang persoalan yang perlu dibenahi di Gang Dolly dan segera mengambil peran pada aspek apa yang akan dilakukan di Gang Dolly. Juga dengan banyaknya pihak terkait yang diundang pada kegiatan survei diharapkan para pihak ini dapat saling koordinasi untuk segera mengeksekusi peran yang diambil tersebut,” demikian penjelasan Irvan Widyanto tentang tujuan diadakannya survei pemetaan terpadu.

“Survei ini kami gunakan untuk dapat memetakan apa yang bisa dilakukan oleh Universitas Surabaya untuk berperan dalam menata kawasan Dolly. Kami juga akan berkoordinasi langsung dengan masyarakat yang terdampak langsung dengan penataan ini atas izin dari kecamatan dan kelurahan,” papar Hazrul Iswadi terkait dengan apa yang akan dilakukan Ubaya pada survei ini. Hal senada juga diungkap oleh para perwakilan dari UK Petra dan Universitas Ciputra tentang apa yang diharapkan pada kegiatan survei.

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Surabaya Irvan Widyanto, S.Sos., M.H.. dan Camat Sawahan Muhammad Yunus S.STP, M.A.P., memimpin langsung survei dengan mengajak semua peserta untuk menyisir Gang Dolly dari arah selatan ke arah utara. Sambil berjalan menyisiri gang, Irvan dan Yunus secara bergantian menerangkan situasi dan kondisi bangunan yang ada di Gang Dolly. Mereka terutama menggarisbawahi beberapa wisma yang ada di Gang Dolly yang dibeli oleh Pemkot Surabaya yang akan dialihfungsikan untuk berbagai keperluan seperti Museum, Tempat Parkir, Lapangan bermain anak, Care Center, dan Pusat Informasi Turis.

BACA JUGA  Gila! UNESA Siapkan Lahan Puluhan Hektare demi Bangun 5 Lapangan Mini Soccer Internasional

Setelah kegiatan menyisir dari Gang Dolly dilakukan, para peserta survei dijamu oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Surabaya dengan masakan dari warung Bu Jum yang berlokasi di Gang Dolly. Jamuan diadakan di Pasar Burung dan Akik Gang Dolly yang dulunya merupakan bekas lokasi wisma terkenal Gang Dolly, yaitu Wisma Barbara I.

Acara jamuan santai tersebut diakhiri dengan testimoni dan diskusi ringan oleh masyarakat Gang Dolly yang mengalami proses transformasi setelah penutupan Gang Dolly. Pemilik warung Bu Jum sekaligus perwakilan warga Gang Dolly yang bertestimoni tentang kegiatan kuliner yang dilakukannya sekarang ini yang dapat berkembang setelah penutupan Gang Dolly. Juga ada testimoni dari Bang Jarwo. Dia dulunya adalah warga yang menolak penutupan Gang Dolly karena berkurangnya pendapatan dan kemudian saat ini beralih menjadi pembuat tempe di Gang Dolly.

Pemkot Surabaya berharap adanya aksi-aksi lanjutan yang bermanfaat pada warga Gang Dolly dalam waktu yang tidak terlalu lama, terutama dari perguruan tinggi, setelah dilakukannya survei pemetaan terpadu. (Hazrul Iswadi)

Editor: Freddy Mutiara

 

 

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.