Mahfud: “Saya, Ketua Komisi Nasional Tindak Pidana Pencucian Uang dan Pendanaan Terrorisme (Komnas TPPU-PT). Jadi saya harus menjelaskan kepada rakyat. Hak rakyat tak boleh dirampas dengan korupsi sehingga banyak rakyat yang miskin. Sebagai Menko Polhukam dan Ketua Komnas TPPU-PT saya harus bersuara.”
Sungguh beruntung bangsa Indonesia punya Mahfud MD. Pendekar hukum yang punya otoritas, dan berani. Banyak tokoh punya otoritas, tapi tidak berani melawan serangan para penjahat. Sedangkan, Mahfud pasang badan.
Lukas Enembe (selaku tersangka korupsi) tidak hanya ditohok Mahfud. Tapi, juga oleh rekan se-partai-nya, Partai Demokrat.
BACA JUGA: Anak Bunuh Ayah di Ngawi, Apa yang Salah?
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Benny K. Harman kepada pers, Selasa (20/9) menyesalkan Lukas Enembe jadi tersangka korupsi. Mestinya, Enembe mundur dari jabatan di partai.
Benny: “Tradisi kami di Partai Demokrat, begitu ditetapkan tersangka dalam kasus korupsi, siapa pun dan apa pun jabatannya dalam partai harus legowo melepaskan jabatannya di partai.”
Dilanjut: “Partai tidak melindungi siapa pun yang kena kasus korupsi.”
Anehnya, warga Papua membela Enembe. Belum ada pemeriksaan, ratusan warga berdemo membela Enembe di Jayapura, Selasa (20/9). Mereka meneriakkan, Enembe dikriminalisasi.
Aparat gabungan TNI-Polri menangkap 14 orang pendemo. Dari tangan mereka diamankan barang bukti kapak, busur panah, bom ikan (dopis), aneka senjata tajam, ketapel, dan minuman beralkohol.
Wakapolda Papua, Brigjen Ramdani Hidayat mengatakan, 14 orang itu ditangkap di dua wilayah hukum, yakni Polresta Jayapura Kota dan Polres Jayapura.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi