KEMPALAN: PERANG masih berkecamuk di Rusia. Belum ada tanda-tanda segera berakhir. Dunia sudah mulai goyah, ekonomi melemah oleh ancaman resesi, ketersediaan pangan terancam, dan pasokan energi tersendat. Ancaman makin diperburuk oleh kemunculan kembali virus Covid-19 dengan varian baru yang lebih gampang menular.
Indonesia harus bersiaga lagi. Negara-negara maju harus kembali memasang alarm waspada. Amerika sedang waswas karena Presiden Joe Biden ketularan virus mematikan itu. Usia Biden yang mendekati 80 tahun membuat publik deg-degan karena kemungkinan terburuk bisa saja terjadi. Kalau sampai terjadi apa-apa dengan Biden, situasi dunia akan semakin terguncang di tengah situasi yang tidak menentu ini.
Perdamaian menjadi idaman setiap orang. Perdamaian positif dan perdamaian negatif, atau apapun jenis perdamaian, yang penting ada perdamaian. Kondisi perang tidak dikehendaki oleh siapa pun, baik perang dingin, apalagi perang panas. Perang dingin memakan ongkos besar, perang panas lebih besar lagi ongkosnya.
Studi mengenai perdamaian kali pertama muncul dari ilmuwan Norwegia, Johan Galtung yang menulis buku ‘’Peace and Conflict, Development and Civilization’’ diterjemahkan dalam bahasa Indonesia ‘’Studi Perdamaian’’ (2002). Galtung memberikan tiga model pendekatan dalam mencapai perdaiamain, yaitu peacemaking, peacekeeping, dan peacebuilding.
BACA JUGA: Revolusi Akhlak
Membangun perdamaian atau ‘’peacebuilding’’ adalah upaya untuk mendamaikan pihak yang bertikai secara structural. Perang atau konflik di dunia kebanyakan adalah konflik vertikal antara minoritas yang mencoba bebeaskan diri dari dominasi mayoritas. Unsur ini ada dalam konflik Rusia vs Ukraina karena satu negara yang lebih besar berusaha mendominasi negara tetangga yang lebih kecil.
Peacekeeping adalah menjaga perdamaian yang sudah didapat melalui perdamaian dari upaya peacemaking. Dari ketiga pendekatan itu yang paling utama adalah pendekatan peacebuilding. Perdamaian bisa terwujud jika dua pihak atau lebih sepakat menghindari dan menghentikan perang. Poin utama dari perdamaian adalah hubungan yang dibentuk oleh dua pihak atau lebih untuk tidak saling terlibat dalam kekerasan. Pihak tersebut bisa perseorangan, negara, atau bangsa wilayah atau peradaban.
Proses peacebuilding bisa dicapai dengan upaya mengubah struktur yang kontradiktif. Pemerintahan yang tidak demokratis yang melakukan represi terhadap rakyatnya sendiri adalah contoh struktur kontradiktif. Negara besar seperti Rusia yang ingin mendominasi tetangganya adalah contoh struktur yang kontradiktif. Keinginan Amerika dan NATO untuk menekan Rusia dengan memaksakan Ukraina menjadi anggota NATO juga menimbulkan struktur kontradiktif.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi