Aksi bela tersangka korupsi di Papua, aneh. Toh, Menko Polhukam, Mahfud MD mendukung KPK. Artinya, penyidikan KPK terhadap Gubernur Papua, Lukas Enembe, sudah benar. Lha kok, dibela publik?
***
KEMPALAN: MAHFUD MD via Twitter resminya, Rabu, 21 September 2022 menegaskan, tidak ada unsur politik di situ. Murni dugaan korupsi.
Mahfud via Twitter: “Itu untuk penegakan hukum. Sesuai dgn aspirasi tokoh-tokoh dan rakyat Papua.”
Diduga, Lukas Enembe bukan hanya terima gratifikasi Rp 1 miliar saja. Melainkan juga diduga punya penghubung di Singapura terkait uang ratusan miliar rupiah.
Berdasarkan laporan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Enembe melakukan transaksi sekitar Rp560 miliar ke kasino di Singapura.
Mahfud menegaskan, dari uang ratusan miliar mencurigakan itu, PPATK telah memblokir Rp 71 miliar dari rekening Lukas Enembe. Sudah diblokir, berarti kecurigaan sudah didukung bukti hukum.
BACA JUGA: Beda Human Trafficking dan Pelacur di PSK ABG Jakarta
Tapi mengapa Prof Mahfud yang getol bicara? Jawabnya, tokoh bangsa ini masuk ke kasus apa pun, menegakkan kebenaran. Mulai dari kasus Sambo sampai aneka kasus korupsi.
Mahfud: “Ada yang bertanya, mengapa yang mengumumkan Menko Polhukam?”
Dijawab Mahfud: “Memangnya mengapa? Saya kan sudah sangat sering mengumumkan kasus korupsi yang ditangani aparat penegak hukum? Misal, kasus ASABRI, Jiwasraya, Satelit Kemhan, dan lain-lain. Saya adalah Menko Polhukam yang harus menjelaskan hal-hal yang kontroversial.”
Di awal kasus Sambo, ketika pembunuhan Yosua direkayasa, Mahfud bicara agresif sebagai Ketua Kompolnas. Akhirnya rekayasa Sambo terbongkar. Di kasus Lukas Enembe ini, ia selaku Ketua PPATK.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi