MILAN-KEMPALAN: Selalu ada hikmah dalam setiap bencana. Begitu pula ketika Bukayo Saka merasakan seperti sedang berada dalam titik terendah kariernya setelah dituding sebagai salah satu biang keladi kekalahan Inggris dalam adu penalti final Euro 2020 di Wembley Stadium, London, 2021 lalu.
Bersama Marcus Rashford dan Jadon Sancho, winger Arsenal tersebut sempat mendapatkan hujatan bernada rasisme gara-gara gagal menjalankan tugasnya sebagai algojo penalti timnas Inggris.
BACA JUGA: Marcus Rashford dan Bukayo Saka Ditarik dari Skuad Inggris karena Cedera
Saka tak perlu menjawabnya dengan mengkritik balik hujatan dari pendukung The Three Lions (julukan timnas Inggris). Dia pun memilih menjawabnya di lapangan bersama klubnya, Arsenal. Dan, tahun ini membuahkan hasilnya.
Jumat malam WIB (23/9), Saka dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Inggris Tahun Ini. Dia bisa merengkuh gelar tersebut dalam jajak pendapat mendapatkan suara lebih banyak ketimbang dua sosok seniornya di skuad Inggris.
Dua sosok tersebut adalah kapten Harry Kane dan gelandang yang jadi penyeimbang permainan Inggris dalam Euro 2020 lalu Declan Rice. Pengumpulan suara untuk penentuan peraih gelar itu digalang dalam 12 bulan terakhir.
’’Saya sama sekali tidak menyangka bisa mendapatkan penghargaan ini, sejujurnya. Saya sangat merasa terhormat karena ini,’’ ucap Saka seperti yang dikutip dari laman Daily Mail. Bagi Saka, gelar itu menyempurnakan gelar Pemain Terbaik Arsenal Musim Ini.
’’Saya sangat bahagia, saya tidak bisa menempatkan kata-kata yang menggambarkan bahagianya saya. Sangat bagus mendapat trofi ini, dan hanya ini kata-kata yang dapat saya ucapkan,’’ imbuh Saka yang baru berusia 21 tahun tersebut.
Dengan gelar tersebut Saka bisa fokus penuh dengan tugasnya membela Inggris saat menghadapi Italia dalam matchday kelima UEFA Nations League di Stadio San Siro, Milan, Sabtu dini hari WIB (24/9). Laga itu akan jadi caps ke-19-nya bersama timnas Inggris.
’’Sangat spesial dapat bermain untuk timnas Inggris, banyak anak-anak yang juga ingin bermain sepak bola bagi tim-tim top dan itu sangat sulit. Jadi, ketika terpilih bermain mewakili negaramu, maka inilah level penghargaan lainnya dan kebanggaan bagi dirimu sendiri,’’ koar Saka. (Yunita Mega Pratiwi)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi