Rabu, 20 Mei 2026, pukul : 07:13 WIB
Surabaya
--°C

Siapa Membunuh Putri (17)

Penyiar radio memutuskan sambungan telepon.

“Mohon maaf, saya kira pertanyaannya sudah jelas. Mas Abdur mau ditanggapi?”

“Begini ya, bapak yang tadi menelepon, konsen kami hanya satu: bagaimana keadilan ditegakkan. Yang salah dihukum, sesuai kesalahannya, yang tak melakukan hal yang dituduhkan jika terbukti begitu ya harus dibebaskan. Pemahaman kami tentang keadilan sesederhana itu, Pak… Kita tunggu saja putusan sela dari hakim, apakah dakwaan itu ditolak atau tidak,” papar saya.

Penyiar memotong bicara saya, “soal keterlibatan Anda di tim sukses itu bagaimana, Mas Abdur?”

“Apalagi itu. Tuduhan yang sama sekali tak berdasar. Tak ada kaitan berita kami dengan kepentingan politik siapa pun,” kataku.

“Anda dekat dengan Pak Alkhaidir? Tersangka kan anggota Porpal, orang Melayu, koran Anda mengangkat berita itu…”

“Semuanya kebetulan. Kenapa Awang harus Melayu dan Runi harus Sumbawa. Kebetulan calon wali kota Alkhaidiar itu orang Melayu dan pasangannya adalah pembela Awang dan Runi. Soal ketegangan masyarakat, saya mau balik tanya siapa yang bikin? Kenapa tiap kali sidang keluarga Putri membawa pendeta dan mengerahkan kelompok-kelompok pendukungnya di luar sidang?” kata saya.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.