Rabu, 17 Juni 2026, pukul : 18:02 WIB
Surabaya
--°C

Turun Gunung

Garis demarkasi sudah ditarik. SBY akan berkoalisi dengan confidante lama, Jusuf Kalla, bersama Surya Paloh. Mereka akan menjadi ‘’the three musketeers’’ menghadapi koalisi lawan. The Three musketeers sangat mungkin akan mengusung duet Anies Baswedan dan AHY. Di sisi lain Megawati mati-matian menyiapkan putri mahkota untuk maju ke palagan 2024. Pertempuran akan keras dan dahsyat.

Politisi Fahri Hamzah mengkritik turun gunung ala SBY, dan menyebut bahwa bangsa Indonesia kehilangan bapak bangsa karena politik praktis. Cuitan Fahri langsung disantap oleh netizen yang menyindir bahwa Indonesia sudah hampir 20 tahun kehilangan ibu bangsa. Netizen itu menyindir Megawati yang terus berpolitik praktis pasca purna tugas sebagai presiden.

Fenomena Indonesia memang selalu khas, tidak ada presedennya di dunia. Di Amerika Serikat, mantan presiden tidak berpolitik praktis, dan lebih memilih sebagai bapak bangsa yang tidak memihak kepada salah satu kekuatan partai politik. Para mantan presiden lebih banyak menyibukkan diri sebagai pembicara di forum-forum nasional maupun internasional, atau mendirikan lembaga sosial untuk perdamaian dan kemanusiaan.

BACA JUGA  Mundur Selangkah, Maju Seribu Langkah

Kendati demikian, ketika suasana dianggap genting para mantan presiden itu bisa juga turun gunung dan melibatkan diri dalam politik praktis. Pada pilpres Amerika 2019 presiden ke-44 Barack Obama dari Partai Demokrat turun gunung membantu Joe Biden menghadapi Donald Trump. Ketika itu Trump dianggap sebagai ancaman terhadap demokrasi Amerika karena kebijakan politiknya dianggap fasis. Obama pun ikut berkampanya menyerang Trump.

Presiden ke-41 George Bush senior juga ikut turun gunung untuk menyelamatkan Partai Republik dari Donald Trump, yang dikhawatirkan akan membajak partai dan membelokkannya dari nilai-nilai republikan. Meskipun sesama Partai Republik, tapi Bush tidak setuju dengan kebijakan Trump yang nasionalistis-ekstrem.

Turun gunung para presiden Amerika itu hanya situasional dan terbatas. Beda dengan di Indonesia yang all out dan total. Di Amerika mungkin cocok dengan ungakapan ‘’Old presidents never die, the just fade away’’. Presiden tua tidak mati, mereka hanya menghilang.

BACA JUGA  Catatkan 71 Pukulan, Aji Pradana Menangi Series 3 Metro Golf League 2026

Ungkapan di Indonesia beda lagi. ‘’Old presidents never die, they fight each other’’, presiden tua tidak pernah mati, mereka bertarung satu sama lainnya. (*)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.