Perang dingin SBY versus Megawati berlangsung sejak pilpres 2004, ketika SBY bisa mengalahkan Megawati yang ketika itu menjadi petahana. SBY menjadi menteri di kabinet Presiden Megawati pada 2002 sampai 2004. Megawati menawari SBY untuk menjadi running mate pada pilpres 2004, tapi SBY menolak dengan alasan ingin berkonsentrasi pada tugas kementerian.
Tapi, ternyata diam-diam SBY menyiapkan diri maju sendiri sebagai calon presiden dengan mendirikan Partai Demokrat. Partai kecil yang didirikan SBY kemudian menjadi kendaraan yang membawa SBY mengalahkan Megawati dengan PDIP yang sudah meraksasa.
Hubungan dua orang itu pun putus dan nyaris mustahil untuk direparasi. Megawati memosisikan diri sebagai oposisi selama 10 tahun pemerintahan SBY. Selama itu, Megawati membawa PDIP sebagai partai oposisi yang konsisten mengoreksi kebijakan-kebijakan pemerintah SBY.
Salah satu yang paling fenomenal adalah penentangan keras PDIP terhadap kenaikan harga BBM (bahan bakar minyak). Ketika itu Megawati, Puan Maharani, dan Hasto Kristiyanto, sekjen PDIP, menangis menyesali kebijakan yang dianggap menyengsarakan rakyat.
Konsistensi PDIP membawa hasil gemilang dengan menjadi juara pada pemilu 2014 dan sekaligus menobatkan petugas partai Joko Widodo sebagai presiden. Giliran Partai Demokrat yang menjadi oposisi. Selama 2 periode pemerintahan Jokowi, Partai Demokrat berada di luar koalisi pemerintahan.
Perseteruan pribadi SBY versus Megawati mewaris kepada para putra mahkota. Beberapa upaya islah sudah dilakukan. AHY sudah beberapa kali sowan kepada Megawati dan bertemu dengan Puan Maharani. Mereka berfoto wefie dan terlihat ketawa-ketiwi. Tapi, di balik itu perseteruan tetap berjalan. Selama SBY dan Megawati masih memenang kekuasaan partai, selama itu pula perseteruan akan terus berlangsung.
Perseteruan terbuka akan terjadi pada pilpres 2024. Bisa jadi ini adalah perseteruan terakhir kedua tokoh bangsa itu. Karena itu dua-duanya akan all out habis-habisan. Pertempuran terbuka itu bisa menjadi perang bubat, perang puputan, atau perang baratayudha, habis-habisan sampai titik darah penghabisan.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi