Rabu, 8 Juli 2026, pukul : 15:03 WIB
Surabaya
--°C

Siapa Membunuh Putri (1)

“Bisa kamu edit jadi menarik seperti yang kamu bilang,” Bang Eel menantangku.

Aduh! Mampus saya! Ini rupanya jebakannya.

Saya mengelak. ”Wah, mosok saya yang ngedit, Bang….”

“Tak apa-apa, coba aja!”

BACA JUGA: Curi Sambo

Mengingat bahwa saya sedang diwawancarai untuk diterima atau tidak, saya berpikir positif saja. Saya anggap ini bagian dari tes yang menentukan nasib saya.

Ini pekerjaan redaktur sebenarnya, sedang saya melamar sebagai reporter. Mungkin saya sudah dianggap lulus dan diterima. Ini, tes menyunting berita ini, sebagai tes tambahan yang tak menentukan.

Saya pun menyunting berita itu. Ada juga gunanya saya ikut pelatihan jurnalistik di kampus dulu. Saya sunting saja berita itu sebisanya. Saya beri judul yang saya pikir menarik: Sambal Cabai di Muka Elsye untuk Menebus Harga Diri Mimi.

BACA JUGA  Kamu Bahagia, Narsisis Terluka

Bang Eel ambil alih posisi di depan komputer, membaca hasil editan saya.

“Kok jadi bagus gini? Kau kuterima. Kerja mulai besok bisa ya?” katanya.

“Siap, Bang!” kataku.

“Nah, sudah kayak polisi kau! Cocoklah di liputan kriminal. Kau nanti tandem dulu ya dengan Jon, nanti kukenalkan. Nanti kau pelajari betul ia itu ya, kau harus bisa masuk ke jaringannya, kau harus bisa jadi lebih hebat dari ia. Masak bertahun-tahun kita hanya mengandalkan ia,” kata Bang Eel.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.