Komentar Pilihan Dahlan Iskan
Edisi 3 September 2022: Rani Jaringan
dabaik kuy
… gak byk anak muda rajin spt rani… kenapa? krn cukup jd relawan mas jo maka sdh bs jadi komisaris bumn yg gajinya 100 jt …. lalu kenapa hrs repot2 kerja keras + belajar keras spt rani?
Condro Mowo
Asyik memang “meneliti” .Seperti juga Rani. Dulu saya berkeinginan juga (saat SLTA/SMA). Di laboratorium sekolah itu, pelajaran kimia, saya begitu heran dan tertarik kok bisa : “… blukuthukk.. blukuthukk…” saat terjadi reaksi kimia, basa dengan asam , atau asam dengan oksida dsb. Apa menyebabkan itu terjadi…? Sekarang, saya ‘meneliti’ ( ditulisan p.Dahlan ini) ada lebih dari sepuluh/sebelas akhiran baru di blantika grammar Indonesia: nyi… betulkah ada yang baru seperti yang diteliti Rani…
Kelender Indonesia Lengkap
Yang pada stenbay komen sejak jam 4 tadi sudah pada ga di tempat, makanya kolom komentar terlihat sepi. Gegaranya, artikel yang ditunggu-tunggu tak kunjung nongol. Catatan buat Abah, jam tayang di bawah judul artikel tertulis 04.00 WIB, ini tidak menunjukkan fakta sebenarnya. Ini semacam pembohongan publik skala nano.
Mbah Mars
Bah. Mbok nulis Gorbachev. Pasti menarik. Apalagi jika dikaitkan gosreh antar negara pecahan Uni Soviet. Yang sedang hot ya perang Rusia VS Ukraina. Tentang tulisan pagi ini, kultur jaringan itu apa to Bah ? Tidak dong dech saya.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi