Rabu, 27 Mei 2026, pukul : 18:45 WIB
Surabaya
--°C

Siapa Membunuh Putri (1)

yea aina

Ada dua Pranowo yang konsen kepada generasi milenial seperti Rani. Pak Pranowo S, dosen yang mengembangkan bakat Rani, peneliti kultur jaringan, anda sudah tahu. Selanjutnya ada G Pranowo, yang sedang dikatrol habis-habisan, agar menarik bagi pemilih milenial di pilpres 2024. Di masa depan, generasi milenial adalah penentu. Bagi kecukupan pangan dunia, butuh Rani-Rani lainnya agar riset pengembangan pertanian makin maju. Bukan generasi milenial yang “dipukau” pencitraan politikus, demi hasrat jabatan yang lebih tinggi. Semoga

Komentator Spesialis

Saya yakin 100% bahwa tulisan hari ini membuat mabuk para komentator Disway. Apalagi buat mereka yang sudah sepuh seperti Pak Mirza, Mas Pry, mbah mars dll. Pun tak ketinggalan saya. Mungkin membaca 99 kali belum jaminan memahami isinya. Yang saya tahu : KULTUR itu budaya. JARINGAN anda lebih tahu maksudnya. Jadi Kultur Jaringan bisa dimaknai budaya jaringan. Jaringan para buzzer dan relawan menjelang pilpres khususnya. Karena untuk pileg lebih ditentukan oleh kemampuan logistik tiap caleg. Termasuk bantuan sultan sultan kecil di wilayah pemilihan mereka. Soal pencitraan tidak terlalu penting. Kembali ke pembicaraan tadi, teknik Kultur Jaringan sangat penting. Karena memang jaringan relawan dan buzzer ini sudah membudaya menjelang gelaran pilpres. Karena itu, pemakaian istilah KULTUR JARINGAN tidak berlebihan menurut saya. Ada jaringan relawan yang sangat ngotot 3 periode. Buat mereka yang ingin melanggengkan jabatan seperti komisaris dan menikmati derasnya aliran duit oligarki. Padahal anda lebih tahu, ini termasuk upaya makar kudeta konstitusi. Ada juga jaringan relawan yang deklarasi sana sini, pasang baliho sana sini. Walaupun perserta minim, itupun peserta bayaran. Yang penting minta media meliput, dipotret seolah orangnya buanyak. Dan masih untung baliho mereka tidak diturunkan jendral spesialis penurun baliho. Dan paling gelak, ada jaringan relawan capres abadi. Yang anda pasti tahu tujuannya ikut ajang gelaran ini untuk memecahkan rekor nasional capres abadi.

BACA JUGA  Pesta Tanpa Mahkota di GBT: Saat Persebaya Menghibur Diri dengan Parade Lima Gol
forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.