Kamis, 25 Juni 2026, pukul : 09:33 WIB
Surabaya
--°C

Khofifah Show

Yang terjadi kemudian banyak dosen yang menjadi tukang palak intelektual, memalak mahasiswa supaya membuat penelitian ilmiah, lalu sang dosen mendaku dengan menempelkan namanya sebagai ‘’first author’’. Sang dosen masih memaksa para mahsiswa supaya mengutip karya ilmiahnya untuk menaikkan sitasi.

Jabatan rektor dikontrol dan ditentukan oleh pemerintah sehingga praktis rektor adalah pegawai pemerintah. Malah ada juga rektor yang menjadi ‘’petugas partai’’. Rektor tidak menjadi panutan intelektual, tapi lebih sebagai direktur utama atau CEO sebuah perusahaan perseroan.

BACA JUGA: Bola 303

Tidak adanya politik kampus menjadikan kontrol dari internal lemah. Korupsi di kampus tidak terendus dan tidak terdeteksi. Kasusnya baru meledak setelah rektor tertangkap OTT (operasi tangkap tangan) oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi).

BACA JUGA  Topeng Narsistik Makin Lihai Seiring Usia

Apa yang terjadi terhadap rektor Universitas Lampung, Profesor Karomani sebenarnya tidak mengagetkan, karena praktik itu tidak mungkin hanya terjadi di Unila. Nasib Prof. Karomani sungguh apes, sudah dicokok KPK, namanya sekarang diplesetkan menjadi ‘’Prof. Karomoney’’.

Akademisi telah menjadi akademia gelap, dan kampus telah mati. Begitu kata Peter Fleming dalam ‘’Dark Academia; How Universities Die’’. Kampus tidak lagi melahirkan intelektual organik ala Gramsci yang bisa menjadi kontrol terhadap kekuasaan. Sebaliknya kampus banyak melahirkan ‘’cheer leaders intelectuals’’ para intelektual pemandu sorak yang menjadi bagian dari pertunjukan kekuasaan.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.