Senin, 25 Mei 2026, pukul : 17:56 WIB
Surabaya
--°C

Rusia beri Kado ‘Maut’ di Hari Kemerdekaan Ukraina

Kereta yang dihantam rudal

MOSKOW-KEMPALAN: Presiden Ukraina yaitu Zelenskyy beserta semua rakyat Ukraina sedang merayakan Hari Kemerdekaan ke-31 dari Uni Soviet—yang kemudian dihadiahi dengan banyaknya bombardir dari Rusia di seluruh penjuru negeri.

Hari Kemerdekaan suatu negara biasanya dibarengi dengan kegiatan-kegiatan patriotik serta perayaan kebangsaan—namun berbeda dengan Ukraina, dimana pada hari spesial tersebut mendapatkan banyak kado maut dari apa yang disebutnya sebagai ‘Teroris’.

Rusia melakukan serangan rudal di seluruh penjuru Ukraina tepat di Hari Kemerdekaan—dan kemudian mengakibatkan 22 orang tewas dan 50 lainnya terluka setelah rudal menabrak kereta penumpang di Timur Ukraina terbakar.

Dalam sebuah video yang dilkirim oleh Zelenskyy ke Dewan Keamanan PBB, ia mengatakan bahwa sebuah roket misil menghantam sebuah kereta api di kota kecil bernama Chaplyne.

Letak kota tersebut berada di sekitar 145 KM dari Barat Donetsk—yang sudah diduduki Rusia sejak lama.

BACA JUGA  Achmad Nurdjayanto Serap Aspirasi Warga Kalimas Baru 2, Soroti Infrastruktur hingga Akses Pendidikan

“Chaplyne adalah penderitaan kami di hari ini. Hingga saat ini, sudah ada 22 orang yang tewas” ucap Zelenskyy dalam video tersebut.

“Penyelamat sedang bekerja—tapi sayangnya, jumlah korban tewas mungkin bertambah”.

“Beginilah cara kami hidup setiap hari. Beginilah cara Rusia mempersiapkan diri dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB” ucap tambah Zelenskyy dalam video tersebut.

Ia juga meminta supaya Rusia bertanggung jawab atas tindakannya tersebut.

Namun, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa pihaknya bukan yang menjadi pelakunya—dan bahwa mereka tidak menargetkan warga sipil.

BACA JUGA  Sidoarjo Cetak Sejarah Raih Penghargaan Kearsipan Tertinggi ANRI, Sekolah dan Digitalisasi Guru Jadi Penentu

Rusia—dikatakan oleh Duta Besarnya untuk PBB yaitu Vasily Nebenzya mendesak Presiden Zelenskyy untuk tidak memberikan video tersebut kepada Dewan Keamanan PBB karena dianggap melanggar protokol.

Tetapi, per hari ini, video tersebut sudah berhasil dikirimkan oleh Presiden Zelenskyy ke Dewan Keamanan PBB.

Menanggapi adanya hal tersebut, AS mencoba untuk ‘Memanas-manasi’ kejadian tersebut.

“Serangan rudal Rusia di stasiun kereta api yang penuh dengan warga sipil di Ukraina merupakan sebuah tindakan kejam. Kami, bersama dengan mitra di seluruh dunia, berdiri bersama Ukraina dan meminta pertanggungjawaban dari Rusia” ucap Menteri Luar Negeri AS yaitu Antony Blinken, dalam akun Twitter pribadinya.

Selain kejadian kereta tersebut, Staff Umum Angkatan Bersenjata Ukraina mengatakan bahwa Rusia juga menembaki tiga desa di distrik Sumy.

Kemudian kota Kharkiv dan sekitarnya juga ditembaki oleh artileri dan roket.

 

(Muhamad Nurilham)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.