Rabu, 3 Juni 2026, pukul : 17:55 WIB
Surabaya
--°C

Dokumen Rahasia

Rihlatul Ulfa

dalam kasus Aksyena mahasiswa UI, jika itu adalah tindakan bunuh diri,apakah batu pemberat di tas memang di duga untuk menenggelamkan diri sendiri agar tetap kehabisan nafas dan meninggal, kita harus tahu riwayat korban apakah mahir dalam berenang atau tidak, seingat saya saat Autopsi tidak ada pasir yang masuk ke dalam paru2 korban (pasir yg masuk ke paru2 identik kalau korban meninggal karena murni tenggelam) bagaimana kah sifat dan sosialisasi korban terhadap keluarga dan teman2 di kampus itu harus di perdalam,yang lebih rumit adalah kasus ini bisa saja di jadikan kasus bunuh diri karena sudah ada surat wasiat, sayangnya menurut ahli yang memeriksa keindentikan tulisan tangan, bahwa tulisan tangan tersebut bukanlah tulisan dari korban,keluarga korban juga saat itu amat yakin kalau Aksyena pasti di bunuh,sayangnya saat itu belum terlalau masif media sosial seperti tiktok dll, yang bisa secara tidak langsung memviralkan kasus tersebut, beruntung lah brigadir J, karena media sosial yang sangat masif sekarang,masyarakat indonesia bisa mencecar kepolisan akibat keanehan2 pada kasus brigadir J, sampai akhirnya drama2 busuk itu terbongkar. jika memang benar Aksyena di bunuh, dan suatu waktu tersangkanya berhasil di tangkap, tersangka yang bisa mengecoh kepolisian selama 6 tahun, keterangannya,modusnya,taktik apa yg di gunakan,pembunuhan yg sempurna, itu bisa membuat banyak draf baru dalam seorang “Criminal Profiler”

BACA JUGA  Sidoarjo Raih WTP 13 Kali Beruntun: Bukti Ketatnuya Tata Kelola di Tengah Pusaran Badai OTT Jawa Timur

Bahtiar HS

Kapan ya perayaan hari kemerdekaan bisa dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama wong cilik, berupa lepasnya satu-dua belenggu yang membebani hidup mereka? Nggak usah muluk2 spt kuliah gratis. Listrik gratis. Apalagi BBM gratis. Panjang angan2 itu! Cukup misalnya pembebasan biaya layanan kesehatan dasar bagi masyarakat ke faskes2 pemerintah. Cek gula darah, kolesterol, asam urat, darah lengkap, urin lengkap, swap antigen. Semua gratis. Konsultasi dokter gratis. Obat2an dasar / generic gratis. Tidak pakai syarat BPJS segala (yang nggak boleh nunggak itu). Saya mau kasih contoh nyata: pembebasan PBB untuk semua bangunan rumah tangga yang nilainya di bawah 2 Milyar, ntar dikira pendukung goodbener yang Anda sudah tahu. Saya kenal saja tidak. Tapi itu sangat terasa lho, karena “kado kemerdekaan” yang diberikan menjangkau 85% dari seluruh rumah di wilayah itu atau sekitar 1,2 juta rumah! Coba kalau itu menyentuh seluruh rakyat Indonesia!? Mau 3 periode juga boleh. MERDEKA!!

BACA JUGA  KEAJAIBAN HONDURAS: Monster Baru IFA7 Lahir dari Kampung, Indonesia Kubur Brasil Lewat Drama Penalti!

Beny Arifin

Tidak banyak artis cilik yang sukses sampai remaja apalagi sampai dewasa. Dimasa lalu ada Rano Karno dan dimasa sekarang ada Agnez Mo. Yang lain rata rata seperti komet. Datang, bersinar terang terus menghilang. Terlalu banyak kalau mau disebut contohnya. Pak Dahlan sudah menyebut Joshua Suherman, menurut saya justru suara Joshua remaja relatif tidak berubah dari suara kanak kanaknya. Kegagalan artis cilik adalah kegagalan menjaga konsistensi dijalur keartisan. Artis seperti halnya produk industri, perlu branding yang terus menerus. Yang benar benar punya bakat dan passion membranding lewat karya. Yang lain banyak yang membranding dengan gosip dan keributan di medsos.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.