KABUL-KEMPALAN: Ulama ternama di Taliban yaitu Sheikh Rahimullah Haqqani telah terbunuh dalam serangan bom di Kabul ketika ia sedang mengisi acara seminar di ruangan pribadinya.
“Dengan sedih, kami informasukan bahwa ulama ternama kami (Sheikh Rahimullah Haqqani) telah terbunuh dalam serangan musuh yang bertindak sebagai pengecut” ucap Bilal Karimi, Juru Bicara Taliban.
Berdasarkan hasil investigasi sementara, melansir dari Reuters dan Aljazeera, pelaku dari serangan bom tersebut merupakan seseorang yang kehilangan kakinya—dan kemudian menyembunyikan bom di kaki palsunya tersebut.
“Kami sedang melakukan investigasi…terkait siapa orang ini dan bagaimana ia bisa masuk ke tempat tersebut. Kematian Sheikh Rahimullah Haqqani menjadi kehilangan yang besar bagi Emirat Islam Afghanistan” ucap pegawai senior Taliban di Kementerian Dalam Negeri.
Haqqani, merupakan salah satu ulama dan ilmuwan penting di Taliban yang selalu mengadvokasikan dan menganalisis tindakan kelompok teroris di Afghanistan.
Namun, berdasarkan klaim utamanya, ia sendiri kemudian dibunuh oleh ISIL.
Sehari setelah pembunuhan, ISIL mengakui bahwa kelompok mereka yang menjadi pelaku utama serangan bom tersebut dengan memberikan detail bahwa bom disembunyikan di kaki palsu dan juga dipasang di rompi—yang kemudian diledakkan ketika ia masuk ke ruangan Haqqani.
Sebelumnya, Haqqani juga sempat lolos dari percobaan pembunuhan ISIL—ketika ia sedang berada di Pakistan pada tahun 2020 dengan melakukan serangan bom.
Beruntungnya, ia tidak terluka—namun 7 orang lainnya meninggal akibat serangan ISIL di Pakistan pada tahun 2020 tersebut.
Banyak pihak Taliban yang sudah mengucapkan belasungkawanya di media sosial pribadinya untuk mengenang sosok Haqqani.
“Anda telah memenuhi tanggung jawab. Nasib tidak bisa dihindari, namun kami, umat Muslim merasa kehilangan” ucap Mobin Khan, mantan Juru Bicara Kepolisian Kabul dalam cuitan di akun pribadi Twitternya.
(Aljazeera/Reuters, Muhamad Nurilham)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi