Minggu, 31 Mei 2026, pukul : 21:01 WIB
Surabaya
--°C

Mager

Dengan teknologi dan infrastruktur yang dimiliki membuat masyarakatnya malas berjalan kaki. Penelitian itu menunjukkan bahwa Arab Saudi memiliki jumlah langkah sebanyak 3.807 setiap harinya.

Malaysia yang bertetangga dengan Indonesia ternyata sama-sama punya penduduk paling malas. Dua negara itu juga sama-sama mempunyai penduduk dengan ras yang sama yaitu Melayu. Ini, mungkin, menjadi alasan kultural mengapa dua negara itu sama-sama paling malas.

Malaysia punya luas wilayah 330.803 kilometer persegi dengan penduduk 32.730.000 jiwa yang mayoritas Melayu. Penduduk di Negeri Jiran ini tercatat memiliki jumlah langkah 3.962 per hari. Meski lebih tinggi dari Indonesia dan Arab Saudi, jumlah ini tetap bisa membawa Malaysia melewati batas langkah kaki global.

Studi ini melibatkan aktivitas penduduk seluruh dunia, dan ternyata yang dinobatkan sebagai bangsa paling trengginas dan peling rajin berjalan di dunia adalah Hongkong. Masyarakat Hong Kong rata-rata berjalan kaki 6.880 langkah atau 6 kilometer perhari. Hal itu tercermin dari aktivitas keseharian di Hongkong yang selalu penuh dengan orang yang berjalan berjubelan dengan penuh ketergesaan.

BACA JUGA  S Golf Academy (SGA), Akademi Golf yang Ajarkan Golf Bukan Sekadar dari Sisi Teknis

Di bawahnya ada China dengan rata-rata masyarakat berjalan kaki 6.189 langkah perhari. Di posisi ketiga ada Ukraina (6.107), keempat Jepang (6.010), dan posisi kelima Rusia (5.969). Amerika agak jauh di bawah dengan 4.774 langkah sehari.

Studi ini juga mengungkap korelasi antara mager dengan kegemukan atau obesitas. Studi menemukan kesenjangan di setiap negara antara penduduk yang paling rajin beraktivitas dan paling mager. Semakin besar kesenjangan di negara tersebut, semakin besar pula taraf obesitas di antara penduduk.
Swedia misalnya, kesenjangan aktivitas antara si malas dan si rajin di Swedia sangat rendah. Dengan begitu, negara tersebut memiliki tingkat obesitas yang lebih rendah. Para peneliti menemukan fakta bahwa kesenjangan aktivitas juga didorong berdasarkan gender.

BACA JUGA  Sidoarjo Raih WTP 13 Kali Beruntun: Bukti Ketatnuya Tata Kelola di Tengah Pusaran Badai OTT Jawa Timur

Di negara yang penduduknya paling malas berjalan kaki, wanita cenderung lebih mager ketimbang pria. Sementara di negara yang rajin berjalan kaki, seperti Jepang, antara wanita dan pria berjalan kaki dengan jumlah yang sama setiap harinya. Ketika kesenjangan aktivitas lebih besar, perempuan cenderung lebih malas melakukan aktivitas ketimbang pria. Karena itu, perempuan lebih banyak mengalami obesitas.

Fenomena malas ini sudah menjadi objek studi para peneliti sejak lama. Sosiolog Syed Hussein Alatas dalam buku ’’Mitos Pribumi Malas’’ (1977) mengungkapkan pandangan penguasa kolonial yang menganggap para pribumi malas. Pandangan ini oleh ALatas dianggap sebagai mitos ketimbang fakta.

Apa yang dianggap penguasa kolonial sebagai tabiat pemalas dari masyarakat pribumi merupakan bentuk perlawanan pasif terhadap penjajahan kolonialisme. Perlawanan ini menjadi semacam counter-culture perlawanan kultural terhadap kultur Eropa yang serba cepat dan tergesa-gesa.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.