BANDUNG-KEMPALAN: Persib Bandung sedang dalam kondisi buruk pada awal musim baru di BRI Liga 1 2022-2023.
Klub berjuluk Maung Bandung itu secara mengejutkan belum mampu meraih satu pun kemenangan pada tiga laga awal di musim baru ini.
Anak asuh Robert Alberts terjebak di zona degradasi pada klasemen sementara Liga 1 musim ini dan baru mengumpulkan satu poin dari tiga laga yang telah dijalani.
Dari tiga laga, Persib Bandung mengalami dua kekalahan, saat melawan Madura United dan Borneo FC, dan satu kali seri saat melawan Bhayangkara.
Lantas apa yang menyebabkan performa Persib Bandung menurun di musim ini. Berikut tiga alasan penyebab Persib Bandung kesulitan di awal musim ini
1) Badai Cedera
Persib Bandung kehilangan banyak pilar andalan jelang bergulirnya Liga 1 musim ini. Kondisi ini membuat pelatih Maung Bandung, Robert Alberts harus berpikir keras untuk menyeimbangkan tim.
Beberapa pemain yang mengalami cedera diantaranya Teja Paku Alam, Victor Igbonefo, Ciro Alves, Febri Hariyadi, dan Ricky Kambuaya.
Banyaknya cedera ini membuat Robert Alberts jadi terpaksa menurunkan pemain pelapis, seperti Fitrul Dwi Rustapa, Robi Darwis, dan Erwin Ramdani untuk mengisi kekosongan. Sayangnya, performa para pemain pengganti tersebut tak terlalu baik.
2) Lini Pertahanan yang Buruk
Lini pertahanan Persib tampil sangat buruk di awal musim ini. Dari tiga laga yang telah dijalani, Maung Bandung sudah kebobolan sembilan gol.
Padahal di musim lalu, Persib merupakan tim dengan lini pertahanan terbaik di Liga 1. Pada musim 2021-22, Maung Bandung hanya kebobolan 22 gol dari 34 pertandingan.
Cederanya Victor Igbonefo memaksa Robert Alberts menurunkan pemain baru Rachmat Irianto. Mantan pemain Persebaya itu diduetkan dengan Nick Kuipers sebagai bek tengah di lini pertahanan Persib.
Sayang duet Rachmat Irianto dan Nick Kuipers belum cukup padu untuk menahan gempuran serangan tim lawan. Komunikasi di lini belakang juga sering terlihat tidak berjalan baik.
3) Permainan yang Monoton
Persib sering menunjuk permainan yang monoton, kreativitas di lini tengah sangat kurang sehingga pola serangan Maung Bandung mudah dibaca tim lawan.
Hal itu juga diutarakan oleh Pengamat sepakbola, Mohamad Kusnaeni yang mengatakan bahwa “Jadi sudah mentok dengan strategi yang sama, ketika lawan sudah membaca tidak ada perubahan yang signifikan sewaktu strateginya mentok.”
Selain itu, Kusnaeni juga menambahkan bahwa pelatih Robert Alberts gagal memaksimalkan para pemain yang ada di tengah badai cedera yang menerpa Persib.
“Kalau 11 pemain utama Persib main, bisa dibandingkan dengan tim manapun. Tapi pertandingan bukan hanya tentang 11 pemain, bahkan bukan hanya 18 pemain. Karena yang harus didaftarkan itu ada 30 pemain.” tambah Kusnaeni.
(*) Edwin Fatahuddin

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi