Kamis, 28 Mei 2026, pukul : 16:06 WIB
Surabaya
--°C

Mantap! Petani Ponorogo Mulai Ekspor Rempah Skala Besar Lagi ke India

JAKARTA-KEMPALAN: Di Kabupaten Ponorogo Jawa Timur, beberapa petani mulai kembali untuk ekspor rempah-rempah dengan skala besar ke India. Namun, ekspor tersebut dilakukan secara bertahap.

“Ini merupakan pengiriman (ekspor) kedua. Sebelumnya, pada Maret 2022 kami sudah melakukan pengiriman perdana dengan volume sekitar 50 ton,” pungkas Slamet Riyanto, salah satu pendamping tani di Ponorogo.

Komoditas rempah yang akan diekspor pada tahap dua ini meliputi kunyit, jahe, dan temulawak yang ditanam oleh para petani di Desa Broto Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo. Petani Ponorogo juga berhasil meningkatkan kapasitas ekspor hingga mencapai 300 ton.

“Kami berhasil ekspor perdana pada Maret (2022) kemarin, lima bulan setelah DSA terbentuk,” ucap Slamet pada saat pelepasan ekspor.

BACA JUGA  AA LaNyalla Mahmud Mattalitti Dilantik jadi Wakil Ketua Dewan Penggerak Masyarakat Ekonomi Syariah

Ekspor rempah-rempah ke India tersebut mencapai Rp3,5 miliar dan akan dilakukan secara bertahap. Tahap terakhir dari ekspor rempah-rempah ini rencananya akan dilaksanakan bulan November hingga Desember 2022.

Menurutnya, ekspor ke India ini berhasil sangat dipengaruhi dengan adanya dukungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo.

Agar komoditas rempah-rempah di Kabupaten Ponorogo dapat selalu terpenuhi, Bupati Giri Sancoko membuat kebijakan agar seluruh Rumah Tangga di wilayah tersebut menanam kunyit.

“Pemda Ponorogo, full support. Pemda mengeluarkan kebijakan untuk setiap RT agar menanam kunyit,” pungkasnya.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Ponorogo juga memiliki komitmen untuk mengajak setiap Rumah Tangga menandatangani MoU atau nota kesepahaman dengan DSA agar program tersebut berkelanjutan.

BACA JUGA  Progres Administrasi Gerakan Rakyat: SKT DPW Yogyakarta dan Aceh Resmi Terbit

“Pemda ingin DSA ini berkelanjutan. Seluruh RT akan MoU dengan Desa Sejahtera Astra terkait pembelian hasil pertanian,” ujarnya.

Sebagai informasi, Pemerintah Kabupaten Ponorogo dan PT Astra International Tbk menggagas program Desa Sejahtera Astra (DSA). Slamet Riyanto sebagai fasilitator DSA mengatakan bahwa 10 desa di Kecamatan Slahung terpilih sebagai DSA berbasis ekspor sejak tahun 2021.

Bima Krida Pamungkas, Head of CSR Astra, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai kegiatan dalam mendampingi DSA berbasis ekspor. Pihaknya membantu dalam pencarian pembeli di luar negeri dan juga membantu proses pertanian.

“Sebanyak 6.800 RT, kita kasih bibit kunyit. Sebanyak 6 ton dari Astra,” ujar Bima. (Merdeka/Republika/IDXChannel, Arlita Azzahra Addin)

Editor: Reza Maulana Hikam

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.