Luhut: Tesla Tanda Tangan Kontrak Rp74,5 Triliun untuk Beli Nikel dari Indonesia

waktu baca 2 menit
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan bersama CEO Tesla, Inc. Elon Musk di Giga Factory Tesla di Austin, Texas (foto: IG @luhut.pandjaitan)

JAKARTA-KEMPALAN: Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, mengatakan bahwa Tesla sebagai produsen mobil listrik asal Amerika Serikat telah melakukan tanda tangan kontrak untuk pembelian bahan baku baterai dari perusahaan pengolahan nikel di Indonesia sekitar Rp74,5 triliun.

“Kami masih terus bernegosiasi dengan Tesla, tetapi mereka sudah mulai membeli dua produk unggulan dari Indonesia,” ucap Luhut dikutip dari Sindo.com.

Luhut menginformasikan bahwa Tesla telah melakukan tanda tangan kontrak selama lima tahun dengan perusahaan pengelolaan nikel yang beroperasi di luar Morowali Sulawesi. Bahan baku nikel tersebut akan digunakan untuk baterai lithium Tesla.

“Mereka sudah membeli, nah itu bagus, dua produk Indonesia satu dari Huayou, satu lagi di mana. Dia sudah tandatangan kontrak untuk lima tahun. Jadi tahap pertama dia sudah masuk,” katanya.

“Kontrak untuk lithium baterai di Morowali, di sana itu ada berapa belas industri. Dia udah engage di sana, nilainya mungkin sekitar US$ 5 miliar,” papar Luhut.

Sebagai informasi, sejak lama Indonesia berusaha menggandeng Tesla untuk membangun fasilitas produksinya di Indonesia, tetapi masih dalam tahap negosiasi. Indonesia juga telah memulai untuk mengembangkan industri kendaraan baterai dan listrik di dalam negeri sendiri.

“Tesla ini masih dalam negosiasi terus, karena Tesla ini masih sibuk dengan dalam negeri dia, dengan masalah Twitter dan sebagainya,” ucapya.

Atas hal tersebut, Pemerintah Indonesia melakukan penghentian ekspor bijih nikel untuk memastikan pasokan bagi investor. langkah tersebut berhasil menarik investor dari raksasa baja China dan juga LG serta Hyundai perusahaan dari Korea Selatan.

Namun, investasi nikel selama ini sebagian besar untuk produksi logam mentah, seperti feronikel dan juga nikel pig iron.

Pemerintah Indonesia memiliki rencana untuk mengenakan pajak ekspor pada industri logam agar dapat meningkatkan pendapatan negara serta mendorong lebih banyak produksi dalam negeri.

Sebelumnya, pada awal tahun ini Presiden Jokowi telah bertemu dengan Elon Musk, pendiri Tesla, agar dapat menghidupkan investasi di dalam negeri. (Sindo/IDNTimes/Detik, Arlita Azzahra Addin)

Editor: Reza Maulana Hikam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *