SURABAYA-KEMPALAN: Ketua DPP Apindo Jawa Timur Eddy Widjanarko optimistis perekonomian Jatim segera bangkit dan berkembang jika melihat grafik pertumbuhan ekonomi dalam beberapa waktu terakhir.
Salah satunya adalah investasi yang meningkat tajam. Pada triwulan II/2022 investasi yang masuk ke Jatim naik 69,2 persen (YoY). ”Lebih tinggi dari nasional di mana pertumbuhan investasinya di triwulan II/2022 sebesar 35,5 persen (YoY),” kata Eddy Widjanarko dalam pidatonya di acara penutupan Business and Member Gathering sekaligus Rakerprov DPP Apindo Jatim di Novotel Samator, Surabaya, Sabtu (6/8).
Kenaikan realisasi investasi dan pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,49 persen pada semester I/2022 dibandingkan periode yang sama tahun lalu ini, kata dia, memberikan optimisme bagi pengusaha bahwa Jatim pasti bangkit.
“Atas dasar itu, temu anggota Apindo ini kita lakukan untuk menyusun program kerja yang baik untuk kepentingan industri, perdagangan dan investasi di Jatim,” tuturnya.
Kepada anggota yang hadir, Eddy juga memberikan motivasi untuk menciptakan produk-produk terbaik sehingga nantinya bisa diikutsertakan dalam misi perdagangan yang diselenggarakan Pemprov Jatim di berbagai provinsi di tanah air.
Eddy juga berpesan kepada seluruh DPK yang hadir untuk melakukan penguatan dan regenerasi anggota. Kemudian, melakukan perbaikan produk-produk yang ada di daerah agar bisa mengikuti berbagai pameran dan memperluas pemasarannya.
Selain itu, ia juga meminta untuk menjaga harmonisasi dan mencari rumusan terbaik serta menjauhi unjuk rasa utamanya terkait penentuan pengupahan.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang hadir dan menutup secara langsung Business and Member Gathering sekaligus Rakerprov DPP Apindo Jatim menyebut, sebanyak 3,2 juta pekerja asal Provinsi Jawa Timur terserap dalam perusahaan yang berada di bawah naungan Apindo.
“Banyaknya tenaga kerja yang terserap itu menjadi salah satu indikator yang membuat situasi di Jatim tetap kondusif,” katanya.
Menurut Khofifah, 3,2 juta tenaga kerja yang terserap itu tentu saja angka yang sangat signifikan. Hal itu tak lepas dari sinergitas dan dukungan dari seluruh pihak.
“Bagaimana peran dunia usaha, dunia industri, dunia tenaga kerja, memberikan support terhadap upaya penanganan dari berbagai masalah yang bisa timbul kalau mereka menganggur,” ujar gubernur perempuan pertama di Jatim itu.
Bahkan, ia menyatakan, terhitung mulai bulan Maret 2021 hingga Maret 2022 angka penurunan kemiskinan di Jawa Timur tertinggi di Indonesia. Ini tak lepas dari peran serta seluruh stakeholder di Jatim.
Khofifah berpendapat, push and pull theory juga menjadi salah satu faktor yang membuat angka kemiskinan di Jawa Timur menurun signifikan. Bagaimana warga dari desa bekerja di kota dan mensuplai hasilnya itu untuk keluarga di kampung halamannya.
“Saya rasa puss and pull theory juga terbangun. Artinya, mereka bekerja di perusahaan Bapak-Ibu sekalian, tapi mungkin anak-anaknya di desa, kemudian mereka punya uang beli sawah, mereka punya uang beli ternak dan seterusnya,” ungkapnya.
Khofifah juga menyebutkan bahwa pada kuartal II tahun ini pertumbuhan ekonomi Jatim berada di angka 5,44 persen (YoY). Angka ini melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat 5,44 persen (YoY).
Dari sisi pendapatan daerah, Jatim juga merupakan yang tertinggi. Data Laporan Realisasi Anggaran per 30/7/2022 pada Dirjen Keuangan Daerah kementerian Dalam Negeri menunjukkan pendapatan Pemprov Jatim sebesar Rp16,43 triliun atau yang terbesar secara nasional. Sedangkan untuk realisasi belanja merupakan tertinggi ketiga setelah Jawa Barat dan Bengkulu.
Dari sisi neraca perdagangan. Walaupun perdagangan luar negeri di tahun lalu mengalami defisit Rp56,21 triliun, namun perdagangan daerah surplus Rp151,37 triliun sehingga total perdagangan di 2021 surplus Rp95,16 triliun.
”Saya ingin menyampaikan, 16 provinsi di Indonesia Timur hampir 80 persen logistiknya disuplai dari Jatim. Selain itu dari 32 rute tol laut, 27 dari Surabaya,” kata Khofifah. (Dwi Arifin)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi