Magnet Menyatukan
Anies Baswedan itu magnet kuat yang mampu menghadirkan semua lapisan memenuhi undangannya. Jika ditarik pada pilpres 2024, daya magnet Anies itu punya kekuatan untuk menyatukan. Mulai dari Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin, sampai para menteri yang sudah bermanuver menyongsong 2024, hadir dalam penyatuan Anies.
Bahkan semua petinggi partai politik larut hadir di sana. Baik ketua umum yang digadang-gadang sebagai bakal calon presiden maupun bakal calon wakil presiden tampak hadir. Para menteri/ketua umum partai yang tidak disebut-sebut punya kans maju di pilpres pun larut menghadiri undangan Anies mantu. Bintangnya memang Surya Paloh (Ketua Umum Partai Nasdem), partai yang menggadang-gadang Anies sebagai salah satu calon presiden yang diusung partainya. Mereka berfoto bersama, meluapkan kegembiraan bersama.
Hanya PDIP yang tampak absen di sana. Tak tampak Ketua Umum Ibu Megawati Sukarnoputri hadir, atau yang mewakilinya. Tidak tampak petinggi partai itu hadir. Puan Maharani, salah satu ketua PDIP yang juga Ketua DPR-RI pun tak tampak hadir. Konon Puan sudah menelepon Anies meminta maaf tidak dapat hadir, karena sedang di luar negeri.
Spekulasi pun muncul, bahwa Ibu Megawati memang susah mau menghadiri acara di mana hadir pula Surya Paloh. Seperti ada persaingan politik antarkeduanya. Ditambah lagi adanya SBY yang juga hadir di sana. Karenanya, ia lebih memilih absen. Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah, akhirnya hadir juga Minggu. Ganjar juga disebut sebagai calon presiden potensial dalam merebut RI-1.
Magnet kuat Anies seperti mampu untuk menyatukan seluruh bakal calon presiden dan bakal calon wakil presiden berkumpul dalam suasana keriangan bertajuk Anies mantu. Mulai dari yang digadang-gadang sebagai bakal calon presiden: Prabowo Subianto (Ketua umum Partai Gerindra/Menteri Pertahanan Keamanan), dan Ganjar Pranowo.
Sedang bakal calon wakil presiden ada bertumpuk di sana: Erick Thohir, Agus Harimurti Yudhoyono, Ridwan Kamil, Airlangga Hartarto, dan lainnya. Tentu minus Puan Maharani, entah nantinya diajukan sebagai bakal calon presiden atau calon wakil presiden oleh partainya. Semua berkumpul disatukan oleh Anies Baswedan dalam satu ruangan.
Di satu meja bundar besar, pada koridor VVIP, itu bisa jadi muncul pembicaraan tidak serius atau bahkan rasan-rasan di antara para ketua umum partai tentang magnet kuat yang dibangun Anies Baswedan yang mampu mengumpulkan mereka semua. Maka, jika lalu mereka melirik Anies untuk diusung sebagai calon presiden, seolah itu menemukan momentumnya.
Dijalanan menuju ruang perhelatan Candi Bentar Hall-Putri Duyung Resort, tampak di sisi kanan dan kiri berderet karangan bunga wedding cukup panjang, rapat tak berjarak. Tapi saat meninggalakan lokasi, karangan bunga itu coba saya cermati, meski tidak satu persatu. Menjadi lazim karangan bunga wedding itu dikirim oleh mereka yang tidak sempat hadir memenuhi undangan sohibul hajat. Tapi untuk “magnet besar” Anies Baswedan, tampaknya kelaziman itu tidak berlaku. Karangan bunga wedding tetap dikirim, dan yang bersangkutan pun hadir memenuhi undangan. Ada yang dari presiden dan wakil presiden. Para menterinya, yang juga hadir memenuhi undangan. Tampak pula karangan bunga dari Luhut Binsar Panjaitan, ia memang tak tampak hadir, dan hanya memilih untuk diwakili saja oleh karangan bunga.
Entah berapa ratus berjejer karangan bunga wedding itu dihadirkan. Bisa jadi panen tersendiri buat para pengusaha pengrajin bunga, setelah sekian lama bisnis mereka merana dihantam pandemi. Lewat magnet kuat Anies mereka bisa ikut merasakan peryaaan keriangan bersama. Subhanallah. (*)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi