JAKARTA–KEMPALAN: Pengamat budaya Jawa Permadi SH mengatakan setiap pasangan pengantin memiliki kebebasan dalam memakai pakaian pada saat hari akad nikah. Pernyataan ini disampaikan mengomentari kebaya kutu baru berbahan velvet warna pink dan kain batik dipakai Mutiara Annisa Baswedan dan suaminya Ali Saleh Alhuraebi yang menggunakan surjan dan kain batik dalam pernikahannya hari ini.
Saat resepsi, Tia mengenakan kebaya kutu baru berbahan velvet warna pink dan kain batik Yogya motif sido asih dan latar cemeng. Adapun Ali mengenakan surjan dan kain batik. Permadi mengatakan kedua pasangan itu bebas menentukan pakaian yang dipakai dalam acara pernikahan.
“Terserah kepada yang bersangkutan apa modifikasi atau ikutin adat. Bebas mereka. Ada aturannya, modifikasi silahkan,” kata Permadi, Jumat 29 Juli 2022.
Bila mengikuti adat Jawa kata Permadi biasanya banyak jenis kain yang bisa dipakai. Jenis kebaya juga katanya bermacam-macam. “Bebas mereka (Tia dan Ali. Ada aturannya. Kalau mau modifikasi silahkan,” ujar Permadi.
Permadi menjelaskan banyak pengantin memilih tempat di luar kebiasaan akhir-akhir ini. Beberapa contoh di antaranya adalah menikah di laut dan udara. “Terserah cita-citanya bagaimana. Sanggul pun bermacam-macam. Terserah pada orang tua masing-masing,” kata dia.
Permadi menjelaskan jika pengantin mengikuti adat jawa ada beberapa peraturan yang harus diikuti. Beberapa di antaranya adalah kedua pengantin tidak boleh bertemu (dipingit). Hingga pernikahan pun kedua pengantin katanya belum boleh bertemu. “Boleh bertemu kalau adat temu atau masing-masing saling lempar sirih,” ujar Permadi.
Tia dan Ali melangsungkan akad pernikahan dengan menggunakan adat Jawa di Putri Duyung Resort, Ancol, Jakarta Utara, Jumat hari ini.
Abdillah Rasyid Baswedan, adik Anies mengatakan pakaian adat Jawa (Yogyakarta) juga digunakan Anies Baswedan dan Fery Farhati pada saat melangsungkan akad nikah pada 11 Mei 1996. “Selain pakaian adat yang sama, kisah Tia [Mutiara Baswedan] dan Ali ini sama dengan kisah Bapak Anies Baswedan dan Ibu Fery Farhati, yaitu sama-sama dipertemukan di kampus.”
Anies Baswedan dan Fery Farhati dipertemukan di Kampus Biru, Universitas Gadjah Mada (UGM). Anies di Fakultas Ekonomi, sedangkan Fery di Fakultas Psikologi. Sementara itu, Tia dan Ali dipertemukan di Kampus Universitas Indonesia (UI). Tia dari Fakultas Hukum, sedangkan Ali dari Fakultas Kedokteran.
Abdillah menjelaskan bahwa keluarga besar kedua calon mempelai menyepakati lokasi akad dan resepsi di kawasan Ancol dengan berbagai pertimbangan matang, terutama area terbuka (outdoor) dan tertutup (indoor).
“Pertimbangan ini tentu menjadi perhatian kami untuk mematuhi protokol kesehatan (prokes). Adanya ruang indoor dan outdoor sehingga prokes terkait Covid dapat kami jalankan dengan maksimal selain juga pembatasan tamu dalam satu ruang pertemuan. Prokes tetap terjaga tanpa mengurangi kekhidmatan akad dan resepsi.”
Menurutnya, panitia telah memastikan untuk mengatur kehadiran tamu agar tetap mematuhi protokol kesehatan. “Kami juga mohon kepada semua undangan untuk tetap menjaga prokes selama acara.”
Selain itu, menurutnya, kedua keluarga besar berharap dan memastikan kepada semua pihak agar akad dan resepsi pernikahan yang digelar di kawasan Ancol ini tidak mengganggu kepentingan umum. “Kami mewakili keluarga mohon doa dari teman-teman semua untuk kelancaran acara pernikahan ini dan restu bagi kedua anak kami. Semoga pernikahan Tia dan Ali untuk membina keluarga yang penuh ketenteraman, cinta, dan kasih sayang,” tutur Abdillah. (kba)
Editor: Freddy Mutiara

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi