JAKARTA–KEMPALAN: Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang seni Budaya dan Peradaban Islam, KH Jeje Zaenudin mengatakan Anies Baswedan terbiasa menjawab kritik dengan prestasi bukan dengan apologi. Pernyataan ini menjawab kritikan bahwa Gubernur DKI Jakarta itu minim prestasi.
Jeje mengaku sudah memperhatikan berbagai pandangan, penilaian, hingga kritikan terhadap pelbagai kebijakan selama Anies memimpin. Dia bilang kritik adalah sesuatu hal yang wajar. “Bahkan diperlukan dalam menjaga keseimbangan kebijakan. Sayangnya, terkadang kritikan itu keluar dari rasa sentimen yang subjektif atau bahkan mungkin kedengkian,” kata Jeje, Selasa 26 Juli 2022
Menurut Jeje, seringkali kritikan dialamatkan kepada Anies tidak objektif. “Dan tidak sesuai dengan faktanya,” ujar dia.
Biasanya Anies menjawab kritikan dengan “dingin”. Jeje menjelaskan seorang pemimpin harus memiliki sikap demikian. “Memang seharusnya begitu, menyikapi kebencian dan celaan dengan prestasi bukan dengan apologi,” katanya.
Politikus PDIP Hasto Kristianto beberapa hari lalu mengkritik Anies bahwa bekas rektor Universitas Paramadina itu tidak memiliki prestasi. Tak menunggu lama, pelbagai pihak membalas sentilan Hasto dengan negatif.
Wagub DKI Jakarta A Riza Patria mengatakan bahwa kritikan ini dianggap sebagai hal baik. Dia menyebutnya kritikan sebagai vitamin. Anies sendiri lebih memilih “diam”. Dilihat dari prestasi, pria kelahiran Kuningan itu sudah memborong pelbagai prestasi.
Salah satu prestasinya adalah menggelontorkan Rp149 miliar sebagai bentuk Bantuan Operasional Tempat Ibadah (BOTI) di Jakarta. Kepala Bagian Mental Spiritual Biro Dikmental DKI Jakarta, Aceng Zaeni menjelaskan mengatakan Pemprov sudah membantu 65 rumah ibadah dari semua agama pada 2022. (kba)
Editor: Freddy Mutiara

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi