Indonesia bukan negara agama tetapi juga bukan negara sekular. Para pendiri bangsa sudah sepakat bahwa Pancasila menjadi kalimatun sawa’ atau common denominator yang menjadi platform berbangsa dan bernegara. Sila pertama Pancasila adalah Ketuhanan Yang Mahaesa yang menjadi spirit bagi keempat sila lainnya.
Keempat sila, kemanusiaan, persatuan, permusyawaratan, dan keadilan mengandung nilai-nilai humanism yang sekular karena berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan kehidupan manusia supaya menjadi makmur dan sejahtera. Makmur artinya terpenuhi kebutuhan fisik dan ekonominya, sejahtera berarti terjamin kebutuhan jiwa dan spritualnya. Keempat sila itu harus diberi spirit agama yang berketuhanan yang mahaesa.
BACA JUGA: Resesi
Dalam hal inilah agama tidak dipisahkan dari negara. Semua kebijakan negara yang ditujukan untuk memakmurkan dan menyejahterakan warga negara harus dijiwai oleh spirit ketuhanan yang mahaesa. Bentuk negara Pancasila sudah menjadi komitmen nasional yang dipegang bersama, karena itu negara Pancasila adalah bentuk negara yang sudah final, yang oleh Yudi Latif disebut sebagai ‘’Negara Paripurna’’.
Surya Paloh dan Partai Nasdem sudah memilih Anies Baswedan sebagai satu di antara tiga calon presiden yang bakal diusung pada pilpres 2024. Munculnya nama Anies menimbulkan kekhawatiran akan mencuatnya kembali politik aliran pada 2024 sebagaimana yang terjadi pada pilgub DKI 2016.
Tetapi, pandangan Paloh terhadap politik aliran ini akan membawa perubahan signifikan dalam lanskap politik nasional. Surya Paloh akan muncul sebagai promotor dan sekaligus ‘’the king maker’’ yang akan mengubah wajah politik aliran dari ‘’the ugly and the bad’’ menjadi ‘’the good’’. (*)
Editor: DAD

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi