Senin, 20 April 2026, pukul : 20:15 WIB
Surabaya
--°C

Beda Pemimpin Otentik dengan Pemimpin Tipe Plastik

JAKARTA–KEMPALAN:  Abdurrahman Syebubakar mengatakan ada perbedaan antara pemimpin bertipe otentik dan pemimpin plastik. Pernyataan ini disampaikannya dalam acara bedah buku dan diskusi publik buku ‘Anies Baswedan Gagasan Narasi Karya Menjawab Tantangan Masa Depan Bangsa’ di Cilegon, Banten pada Sabtu, 23 Juli 2022.

Abdrurrahman mengaku meminjam istilah pemimpin plastik dari sahabatnya Dr. Yudi Latif. Dia mengatakan ada tiga ciri tipe pemimpin plastik. “Pertama gagasan tidak ada, kemudian tidak mampu menerjemahkan pikiran ke dalam pilihan kebijakan dan eksekusi kebijakan maupun program itu amburadul,” kata Abdurrahman.

Tipe pemimpin plastik kata Abdurrahman selalu membawa mudharat. Pemimpin tipe ini katanya menjadi episentrum oligarki. “Dia jadi episentrumnya. Ikut menikmati, ikut menyengsarakan rakyat. Saya tidak perlu menyebut nama,” ujar dia.

Figur-figur pemimpin nasional untuk maju dalam kontestasi Pilpres 2024 salah satunya dapat dilihat dari gagasannya. Pendapat ini disampaikan kritikus sosial politik Abdurrahman Syebubakar dalam acara bedah buku dan disuksi publik buku ‘Anies Baswedan Gagasan Narasi Karya Menjawab Tantangan Masa Depan Bangsa’ di Cilegon pada Sabtu, 23 Juli 2022.

Abdurrahman yang juga penulis buku itu dengan Smith Alhadar mengatakan figur-figur pemimpin yang akan tampil di Pilpres 2024 juga bisa dilihat dari apa yang sudah dilakukannya buat masyarakat atau publik. “Bagaimana track record selama ini. Bisa kita lihat dan amati kemudian kita perbandingan di antara mereka,” kata Abdurrahman.

Manusia, kata Abdurrahman, tidak ada yang memiliki kesempurnaan. Dia menjelaskan bahwa adalah sebuah kesalahan ketika kita menyandingkan seorang pemimpin dengan kesempurnaan. Yang harus dilakukan katanya adalah membandingkan figur-figur pemimpin  di antara mereka menggunakan kriteria atau parameter obejktif.

“Sehingga tidak merugikan siapapun ketika kita sepakat menggunakan parameter yang objektif karena objektivitas itu sangat dekat dengan keadilan,” katanya.

Menurut Abdurrahman ketika kita tidak menggunakan pendekatan objektif dalam membandingkan figur pemimpin masa depan, kita akan menzhalimi rakyat. Dia bilang, kita akan salah dalam memilah dan memilih pemimpin yang akan membantu atau memimpin kita untuk menuju perubahan.

Buku ‘Anies Baswedan Gagasan Narasi Karya Menjawab Tantangan Masa Depan Bangsa’ adalah buku kesekian bertajuk Anies. Salah satunya adalah buku berjudul ‘Belajar Pendidikan Politik’ dari Buku ‘Tak Tumbang Dicerca, Tak Terbang Dipuja’ karya Ady Amar.

Budayawan Jaya Suprana sempat berdoa agar Anies Baswedan dapat menjadi pemenang pada Pemilihan Presiden 2024. Hal itu disampaikannya dalam acara diskusi ‘Menjawab Tantangan Masa Depan Bangsa’ sekaligus bedah buku berjudul ‘Anies Baswedan: Gagasan, Narasi, Karya’ yang ditulis oleh Abdurrahman Syehbubakar dan Smith Alhadar melalui virtual, Jumat, 15 Juli 2022.

“Saya berharap beliau (Anies Rasyid Baswedan) bisa menjadi Presiden di Republik Indonesia,” ucap Jaya Suprana. (kba)

Editor: Freddy Mutiara

 

 

 

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.