Penggunaan kembali batubara menunjukkan hipokrisi negara-negara maju tentang politik energi. Masih sekitar dua miliar penduduk bumi belum mendapatkan listrik dengan baik, dan satu miliar penduduk lainnya hidup tanpa ada aliran listrik di rumah mereka. Miliaran penduduk bumi membutuhkan pasokan listrik yang stabil dari batubara guna meningkatkan kesejahteraan mereka. Tanpa pasokan listrik yang baik, peningkatan taraf hidup masyarakat sulit dilakukan, dan negara-negara maju menutup akses pendanaan terhadap pembangunan pembangkit listrik batubara ini.
Memiliki akses terhadap listrik bukan berarti hidup makmur. Tetapi tidak memiliki akses listrik sama artinya dengan hidup dalam jerat kemiskinan yang berkelanjutan. Tanpa aliran listrik yang stabil, tingkat kesehatan sulit meningkat. Wilayah-wilayah yang tak memiliki ketersediaan listrik adalah juga wilayah-wilayah dengan tingkat kematian bayi yang sangat tinggi.
Ketika hipokrisi negara-negara maju terkait batubara dipertontonkan secara telanjang, julukan ‘energi kotor’ dari yang disandang oleh pembangkit batubara sepertinya tidak lagi dipedulikan. Isu keamanan energi menjadi lebih penting ketimbang isu lingkungan. Pembangkit batubara pun akan terus bertambah. Jika negara maju tidak mau memberikan pembiayaan untuk pembangunan batubara di negara-negara berkembang, maka Cina yang akan membangunnya. Dan Cina sudah membuktikannya selama lebih dari dua dasawarsa ini. (*)
Editor: DAD

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi