Jumat, 8 Mei 2026, pukul : 20:39 WIB
Surabaya
--°C

Sejak 2002, Untuk Pertama Kalinya Euro Setara dengan Dollar AS karena Perang Rusia-Ukraina

JAKARTA-KEMPALAN: Perang yang terjadi pada Rusia-Ukraina terlihat semakin memberikan dampak bagi ekonomi dunia, salah satunya adalah sejak 20 tahun terakhir pertama kalinya nilai tukar satu euro setara dengan satu dollar AS.

Nilai tukar euro terakhir kali setara dengan dollar adalah pada bulan Desember 2002. Padahal, secara umum nilai tukar euro selalu lebih tinggi dari dollar AS.

Pada perdagangan hari Selasa waktu setempat nilai tukar euro sempat kurang dari satu dollar AS. Namun, pada akhir perdagangan euro ditutup di level 1,007 dollar AS. Sebaliknya, bursa saham di Amerika dan Eropa pada perdagangan hari Selasa ditutup menguat.

Nilai tukar euro dan dollar AS bisa seimbang akibat dari perang antara Rusia dan Ukraina. Krisis di Ukraina bagi Eropa sangat berdampak dari sisi energi khususnya gas alam dan berujung kekhawatiran resesi di zona euro.

Sedangkan, Sutopo Widodo Presiden Komisioner HFX International Berjangka, mengatakan bahwa euro merosot karena berita mengenai jatuhnya prospek ekonomi Jerman yang cukup besar, taruhan hawkish pada The Fed meningkat, kekhawatiran penghentian gas Rusia, dan sentimen risiko yang suram.

Lembaga Nomura memprediksi bahwa euro akan masih terus mengalami tekanan dan berada di bawah dolar AS. Euro diprediksi akan tetap lesu walaupun kondisi ekonomi nantinya akan membaik.

ECB atau bank sentral Eropa mengatakan bahwa setiap depresiasi sebesar 1 persen yang terjadi pada euro bisa menyebabkan inflasi selama satu tahun hingga 0,1 persen dan selama tiga tahun hingga 0,25 persen.

Harga minyak dunia jatuh akibat sanksi yang diberikan untuk Rusia sehingga berdampak pada kurangnya pasokan yang ada di pasar. Selain itu, kebijakan moneter ketat yang dilakukan oleh beberapa bank sentral di dunia termasuk ECB dan The Fed dapat memengaruhi hal tersebut.

“Meningkatnya inflasi, terhentinya pertumbuhan ekonomi, dan baru-baru ini kekhawatiran bahwa Rusia dapat memotong pasokan gas, telah menarik (kurs) euro (menjadi) lebih rendah,” ungkap Fiona Cincotta.

Cincotta menambahkan bahwa situasi perekonomian di Eropa menjadi lebih buruk ketika dalam satu dekade terakhir ekonomi di Jerman jatuh ke level terendah.

Neil Wilson, Analis Markets.com, mengatakan bahwa krisis gas yang ada benar-benar mengkhawatirkan pasar atas ekonomi zona euro. (Kompas/Detik/Kontan, Arlita Azzahra Addin)

Editor: Reza Maulana Hikam

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.