Joshua dan Yusuf

waktu baca 6 menit

KEMPALAN: DALAM  kitab suci ada kisah mengenai Nabi Yusuf yang bekerja sebagai abdi pada salah seorang pembesar Mesir. Pada suatu ketika istri sang pembesar, Zulaikha, melaporkan kepada keamanan kerajaan bahwa Yusuf masuk ke kamar pribadi sang nyonya dan melakukan pelecehan seksual terhadapnya. Yusuf langsung ditangkap dan dihadapkan ke pengadilan.

Atas laporan Zulaikha, Yusuf dituduh melakukan rudapaksa dan berusaha memerkosa sang majikan. Berita ini menyebar dengan cepat di lingkungan elite Mesir dan menjadi buah bibir masyakarat luas. Demi menjaga martabat keluarga pejabat tinggi itu Yusuf segera diadili, agar hoaks tidak berkembang semakin liar.

Yusuf mengelak atas semua tuduhan yang dilontarkan oleh Zulaikha. Yusuf mengatakan bahwa ia masuk ke kamar karena dipanggil oleh sang nyonya. Pembantu lain di rumah itu menderngar sang nyonya berteriak meminta tolong dan Yusuf dipergoki lari keluar dari kamar pribadi sang nyonya.

BACA JUGA: Citayam Fashion Week

Di pengadilan, sang nyonya bersikukuh dengan tuduhannya, sementara Yusuf juga bertahan dengan bantahannya. Hakim yang memimpin sidang kemudian mendatangkan seorang saksi ahli yang menguasai hukum sekaligus punya ilmu forensik tinggi.

Karena masing-masing pihak tidak bisa menghadirkan saksi yang meyakinkan, sang saksi ahli pun mengajukan pembuktian forensik. Menurut saksi ahli, pembuktian forensik bisa dilakukan dengan memeriksa baju gamis yang dipakai Yusuf pada saat kejadian perkara. Jika baju Yusuf robek di bagian depan, maka bisa disimpulkan bahwa Yusuf melakukan rudapaksa dan upaya pemerkosaan.

Sebaliknya, jika gamis Yusuf robek di bagian belakang berarti Yusuf tidak melakukan rudapaksa dan dia tidak bersalah. Barang bukti forensik pun dibawa ke pengadilan, dan terbukti bahwa gamis Yusuf robek di bagian belakang. Hakim memutuskan bahwa Yusuf tidak bersalah, dan tuduhan Zulaikha terhadap Yusuf adalah dusta. Case closed.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *