LONDON-KEMPALAN: Bagi Novak Djokovic, 2022 tahun yang tidak mudah. Petenis papan atas dunia itu harus memulainya dengan larangan tampil dalam ajang Australiann Open saat awal tahun karena dia antivaksin Covid-19.
Begitu pula ketika upayanya mempertahankan gelar sekaligus memenangi Grand Slam pertama di 2022 dalam ajang French Open hanya dipatahkan Rafael Nadal pada babak perempat final. Di Wimbledon, semuanya berubah.
Di All England Lawn Tennis and Croquet Club, Wimbledon, Minggu malam (10/7), Djokovic mengalahkan petenis dari Australia Nick Kyrgios dalam pertarungan empat set 4-6, 6-3, 6-4, 7-6 (7-3). Bagi Djokovic, ini jadi kali ketujuh dia memenangi turnamen Wimbledon.
BACA JUGA: Tak Ada Final yang ke-30 Antara Nadal-Djokovic
Selain itu, gelar juara Wimbledon tahun ini juga jadi gelar Grand Slam ke-21 bagi petenis yang berkebangsaan Serbia tersebut. Djokovic pun menyamai pencapaian Pete Sampras. Djokovic pun hanya terpaut satu gelar dari Nadal.
Malam yang mampu mengakhiri semua mimpi buruk Djokovic sejak di awal 2022. ’’Aku serasa melayang ke bulan dengan kegembiraan dan kebahagiaan merasakan momen ini lagi (menjuarai Grand Slam),’’ kata Djokovic.
Djokovic back to back memenangi turnamen ini setelah sukses serupa tahun lalu. ’’Aku berkali-kali mengatakannya bahwa turnamen ini sangat spesial bagiku karena ini turnamen pertama yang pernah aku tonton sejak aku kecil dan membuatku tertarik bermain tenis,’’ kenang Djokovic.
BACA JUGA: Dideportasi dan Gagal Turun di Australian Open, Begini Harapan Novak Djokovic
’’Bukan sebuah kebetulan jika tempat ini berkaitan dengan karir dan kehidupanku. Setelah aku mengingat apa yang aku jalani tahun ini, gelar ini cukup melegakan. Tentu ini akan menambah lebih banyak nilai, lebih banyak makna, dan tentunya lebih banyak emosi,’’ sambungnya.
Terlepas dari tidak digelarnya turnamen ini pada 2020 karena pandemi Covid-19, Djokovic pun mampu memenangi ajang ini dalam empat musim beruntun. Sepanjang era Open, hanya dua orang yang mampu memenanginya dalam lima musim beruntun.
Yaitu petenis legendaris Swedia Bjorn Berg yang memenanginya pada rentang waktu antara 1976 sampai 1980 dan Roger Federer yang merebut gelar tersebut antara edisi 2003 sampai 2007. (The Guardian, Yunita Mega Pratiwi)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi