Kamis, 30 April 2026, pukul : 23:22 WIB
Surabaya
--°C

Satindra

Pryadi Satriana

Jurnalis beneran vs jurnalis comberan. Jurnalis itu profesi terhormat. Mulia. Mengapa? Dibaca banyak orang. Membentuk opini publik. “Suara” jurnalis melampaui gedung DPR/MPR, pesantren, sekolah/universitas, dan tempat2 ibadah. Diakses & ‘didengar banyak orang – ratusan ribu atau bahkan jutaan – secara instant & ‘real-time. Sangat strategis! Saya paham Disway itu blog-nya Dahlan Iskan. Iya … Dahlan Iskan yg jurnalis itu. Bukan yg lain, misalkan ada. Sy sering kritik Pak DI, sering nylekit, ‘pedes, ‘ndhak tahu sopan santun, ‘kasar, dsb. Bagi saya sederhana kok: kalau ndhak ada yg bisa dikritik, ya saya ndhak akan kritik. Sy rasa Abah paham, kritikan – apa pun bentuk & caranya – tetap diperlukan, utk progress yg lebih baik. Kritik saya hari ini sangat keras, krn Abah dhak peka isu sosial di sekitar kita atau maunya main aman aja. Saya jadi perlu mengingatkan, jurnalis beneran itu punya visi & misi, punya integritas, siap bertentangan dg penguasa demi prinsip2 kebenaran & kemanusiaan. Jurnalis yg ndhak peka isu sosial terkini & mengorbankan integritas demi popularitas sy sebut jurnalis comberan.’ Hari ini Abah saya sebut jurnalis comberan – sdh tahu Itu2 lagi tapi terus aja ditulis krn Apa boleh buat – supaya besok & seterusnya Abah jadi jurnalis beneran, yg tidak lagi “setengah-setengah”. Semoga. Salam. Salaam. Shalom. Rahayu.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.