Jumat, 10 Juli 2026, pukul : 10:25 WIB
Surabaya
--°C

Israel dan Piala Dunia

Hal yang sama dirasakan oleh klub Inggris Chelsea. Klub ini menjadi korban akibat perang Rusia-Ukraina. Otoritas Uni Eropa menjatuhkan sanksi boikot terhadap Rusia dan menyita aset-aset pengusaha Rusia yang dianggap sebagai bagian dari oligarki. Pemilik Chelsea, Roman Abramovich, dianggap sebagai bagian dari oligarki Vladimir Putin, presiden Rusia. Karena itu aset-aset Abramovich di seluruh Eropa disita dan dibekukan.

Untuk menghindari sanksi Abramovich terpaksa menjual Chelsea. Untunglah ada pembeli yang bonafide sehingga nasib Chelsea bisa diselamatkan. Kalau tidak ada pembeli yang jempolan bisa jadi Chelsea mengalami kebangkrutan. Penggemar Chelsea pasti marah terhadap pemerintah Inggris atas keputusan itu, tapi pemerintah Inggris bergeming.

BACA JUGA: Imin vs Yenny

BACA JUGA  Karma Instan yang Dialami Penderita NPD Sepanjang Hidup

Indonesia harus berani bersikap tegas terhadap Israel dengan melarang bermain di Indonesia. Pendudukan Israel terhadap Palestina telah melahirkan tragedi kemanusiaan yang mengerikan. Israel sudah menjajah Palestina selama 70 tahun tetapi tidak ada sanksi dari FIFa yang dijatuhkan. Rusia baru enam bulan menyerang Ukraina sudah langsung disanksi oleh FIFA.

Indonesia sudah bertekad untuk membela kemerdekaan Palestina sebagai pengamalan UUD-1945 yang menentang penjajahan di seluruh dunia. Presiden Jokowi sudah mengumumkan boikot produk Israel yang dihasilkan dari wilayah pendudukan sejak 2016.

Sekarang saatnya Presiden Jokowi menunjukkan ketegasannya sebagai pemegang kepresidenan G-20. Indonesia harus berani menolak kehadiran tim sepak bola Isreal ke Indonesia. (*)

BACA JUGA  Mengapa Penderita NPD Tidak Betah di Hubungan yang Nyaman

Editor: DAD

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.