Jumat, 10 Juli 2026, pukul : 10:18 WIB
Surabaya
--°C

ITS Menambah Jajaran Profesornya sebagai Aset Terdepan Pendidikan Bangsa

SURABAYA-KEMPALAN: Arus transformasi global menuntut setiap keilmuan untuk berkembang mendongkrak kemajuan. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) tunjukkan komitmennya dalam mendukung setiap kemajuan inovasi dunia pendidikan dengan mengukuhkan kembali enam guru besar baru di Auditorium Gedung Research Center ITS, Kamis (9/7).

Membuka upacara akademik tersebut, Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MSc Eng PhD menyampaikan bahwa lahirnya seorang guru besar menjadi aset penting bagi suatu institusi. Perannya sebagai motor penggerak keilmuan mendukung perwujudan visi ITS sebagai kampus yang tangguh, berdampak, dan mendunia. “Melalui ketekunan dan integrasi keilmuan para profesor, ITS berkomitmen untuk tidak sekadar melahirkan pencapaian akademik, melainkan menghadirkan inovasi nyata,” tegas Bambang optimistis.

Selanjutnya, pembacaan orasi ilmiah dimulai oleh Guru Besar ke247 ITS Prof Dr Ir Syamsul Arifin MT dengan judul Peran Pemodelan Sistem Kecerdasan Buatan Mendorong Inovasi dan Transformasi Pendidikan Tinggi di Indonesia. Ia menggagas konsep integrasi sistem bernama System Modeling Based on Artificial Intelligence (SYMBA-AI) dengan kerangka kerja Conceive, Design, Implement, and Operate (CDIO). “Perpaduannya menghasilkan sistem yang adaptif, prediktif, dan pengambilan keputusan berdasarkan data yang berfungsi untuk kurikulum pendidikan tinggi,” jelas profesor dari Departemen Teknik Fisika ITS tersebut.

Prosesi dilanjut dengan presentasi orasi ilmiah oleh Prof Hosta Ardhyananta ST MSc sebagai Guru Besar Departemen Teknik Material dan Metalurgi ITS yang berjudul Peran Teknik Material Komposit Polimer untuk Kemandirian Teknologi Nasional. Inovasi material Hybrid Syntactic Foam berbasis matriks epoksi ini memanfaatkan serat mikro dari limbah tandan kosong kelapa sawit. “Jadi keduanya dapat menghasilkan komposit berdensitas rendah dengan kekuatan mekanik tinggi yang potensial bagi sektor transportasi hingga pertahanan,” terang Profesor ke-248 ITS itu.

BACA JUGA  Perkuat Keamanan Siber, Surabaya Perpanjang Kerja Sama dengan BSSN

Upacara akademik berlanjut dengan penyampaian orasi ilmiah oleh Guru Besar Departemen Teknik Lingkungan ITS Prof Ipung Fitri Purwanti ST MT PhD. Menjadi satu-satunya guru besar perempuan yang dikukuhkan, presentasi ilmiahnya berjudul Bioremediasi: Eksplorasi Potensi Mikroorganisme sebagai Solusi Alami dan Berkelanjutan dalam Pemulihan Lingkungan Tercemar. “Menggunakan isolasi bakteri alami dari tanah tercemar kerosin, inovasi ini terbukti efektif menurunkan kadar hidrokarbon dan logam berat secara berkelanjutan di skala lapangan,” terang Guru Besar ke-249 ITS itu.

Setelah itu, prosesi dilanjutkan dengan orasi ilmiah Guru Besar ke-250 ITS Prof Dr Eng Kusdianto ST MSc Eng sebagai Profesor dari Departemen Teknik Kimia ITS. Ia memaparkan inovasinya yang berjudul Sintesa Komposit Material Solusi Pengolahan Limbah di Indonesia. “Melalui sintesa komposit seng oksida, teknologi fotokatalis ini mampu mengurai polutan cair dan emisi gas beracun secara tuntas,” papar lelaki kelahiran Mojokerto itu.

BACA JUGA  GREEN FORCE PERSEBAYA 2026-2027

Selanjutnya, Prof Data Iranata ST MT PhD sebagai Guru Besar Departemen Teknik Sipil ITS turut menyampaikan orasi ilmiah yang berjudul Pemodelan dan Analisa Struktur sebagai Tahap Penting dalam Perencanaan Suatu Konstruksi Bangunan. “Melalui rekayasa model sambungan komposit, tingkat kerusakan bangunan akibat gempa dapat diprediksi serta dikendalikan secara optimal,” ujar Profesor ke-251 ITS tersebut.

Terakhir, sesi penyampaian orasi ilmiah dilakukan oleh Prof Dr Eng Ardyono Priyadi ST MEng sebagai Profesor ke-252 ITS. Presentasinya berjudul Membangun Sistem Tenaga Listrik Masa Depan dengan Mempertimbangkan Dinamika Sistem Tenaga Listrik untuk Keandalan dan Ketangguhan Jaringan Modern. “Integrasi teknologi superkapasitor dalam riset ini telah terbukti sukses memperpanjang toleransi sistem dan mencegah risiko pemadaman listrik secara masal,” pungkas Guru Besar Departemen Teknik Elektro tersebut.

Pengukuhan para guru besar baru dari berbagai disiplin ilmu ini merupakan aset terbesar untuk bangsa. Tidak hanya melahirkan ide-ide cerdas, namun juga memupuk sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Dengan dikukuhkannya enam profesor baru ITS kali ini telah mendukung pencapaian dalam Sustainable Development Goals (SDGs). Terutama SDGs poin ke-4, yakni mewujudkan Pendidikan yang Berkualitas.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.