Selasa, 12 Mei 2026, pukul : 09:29 WIB
Surabaya
--°C

Hasto dan Tukang Bakso

Entah disengaja atau tidak, di tengah viralnya candaan ‘garing’ Megawati itu, Gubernur Jakarta, Anies Baswedan,  mengadakan acara “Malam Ramah Tamah Jakarta E-Prix 2022”.  Bertempat di Balai Kota pada Jumat malam (24/6). Pada hajat syukuran makan malam tersebut Gubernur Anies mengundang  sejumlah elemen lapisan masyarakat dan pelaku usaha mikro, kecil  dan menengah (UMKM). Salah satu di antaranya para penjual bakso.

Ternyata kedatangan para penjual bakso makan malam di Balai Kota Jakarta itu dinilai oleh Sekjen PDI Hasto Kristiyanto, seolah tanda semiotika respon Anies terhadap candaan Megawati. Kepada awak media, Hasto Kristiyanto mempertanyakan langkah Gubernur Anies Baswedan mengundang tukang bakso ke Balai Kota. Kenapa baru sekarang Anies mengundang para tukang bakso di Balai Kota DKI Jakarta. Padahal, kata Hasto, Anies Baswedan telah menjabat sebagai Gubernur sejak tahun 2017.

“Ya seinget saya Pak Anies itu jadi Gubernur sudah sejak tahun 2018 (2017). Jadi kenapa baru sekarang bertemu dengan para tukang bakso?” kata Hasto menjawab wartawan saat ditemui di sela acara Festival Kuliner Nusantara di Hall B Gedung JCC, Senayan, Jakarta, Sabtu (25/6).

Hasto menilai, sikap Anies tersebut menunjukkan politik yang tidak mengakar. Sekjen PDIP itu juga menyebut Anies terlambat bertemu dengan masyarakat kalangan bawah. “Jadi itulah sebagai contoh ketika politik tidak mengakar sehingga terlambat bertemu dengan rakyat kecil,” ucapnya.

Membaca kritik Hasto terhadap Gubernur Anies Baswedan yang mengundang penjual Bakso ke Balai Kota tentu saja telah membuat sebagian masyarakat tambah bingung dan tidak habis pikir. Betapa landasan pijak logika yang digunakannya benar-benar tidak nyambung. Apa salahnya Anies mengundang tukang bakso? Apalagi hingga memunculkan pertanyaan kenapa baru sekarang Anies  katanya ‘bertemu’ dengan para tukang bakso.  Sungguh, pertanyaan yang aneh keluar dari mulut seorang yang menduduki posisi Sekjen dari partai yang kerap mengklaim wadahnya ‘wong cilik’.

Padahal seperti dikatakan oleh Anies, dirinya  tidak hanya mengundang  Rully  Sang Tukang Bakso dalam acara makan malam tersebut, melainkan juga sejumlah UMKM lain. Oleh karena itu ketika disinggung oleh sejumlah wartawan apakah undangan terhadap para tukang bakso itu berkaitan dengan ucapan Megawati, Anies pun tidak ingin menjawabnya. Karena memang sudah keluar dari konteks.

Walaupun dalam berbagai film Indonesia, lazim menjadikan profesi pedagang bakso keliling dengan aktivitas intelijen yang sedang menyamar atau melakukan memata-matai, tapi rasanya kita bisa sepakat tidak elok menjadikan profesi tukang bakso sebagai bahan candaan dan olok-olokan. Sama tidak elegannya menjadikan salah satu makanan favorit mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama saat ia kecil hidup di Jakarta, sebagai titik pijak sasaran kritik kepada lawan-lawan politik suatu partai. Sebab itu sama lucunya dengan Reff Lagu anak-anak yang dinyanyikan oleh penyanyi cilik Melissa tempo dulu:

Bakso bulat seperti bola pingpong /kalo lewat membikin perut kosong

Jadi anak jangan kau suka bohong/Kalo bohong digigit kambing ompong

(digigit nenek gondrong). (*)

Editor: Reza Maulana Hikam

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.