Sabtu, 9 Mei 2026, pukul : 15:22 WIB
Surabaya
--°C

Porprov Jatim 2022 Cabor Bridge: Hasil Babak Penyisihan Beregu dan Pasangan Campuran

KEMPALAN-JEMBER: Nomor Beregu dan Pasangan Campuran cabor Bridge Porprov Jatim VII 2022 sudah menyelesaikan babak penyisihan. Kabupaten Jember tampil perkasa pada nomor beregu campuran yang diikuti oleh 17 Kabupaten/Kota. Pada babak penyisihan yang berlangsung dalam 6 sesi kemarin, Jember meraih total 95,88 Victory Point. Unggul cukup jauh dari peringkat ke 2 yaitu Kota Batu dengan 78,9 VP. Selain Jember dan Kota Batu, lolos juga sebagai finalis regu campuran Kabupaten Blitar, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Pasuruan, dan Kota Surabaya.

Pelatih bridge Kabupaten Jember Mohammad Wisolus Solihin menargetkan medali emas pada nomor beregu campuran ini. “Target kami memang medali emas pada nomor ini. Para atlet yang kami turunkan sudah mempunyai banyak pengalaman tanding. Prestasi mereka selama ini cukup meyakinkan.”, kata Wiwis, panggilan akrab Mohammad Wisolus Solihin.

Regu bridge campuran Jember diperkuat oleh Sofi Chorina Ramadhani, Ita Purnamasari, Nafilatus Sholehah, Mohammad Robitus Sholihin, Hasan Fikri, serta Muhammad Robitul Jaksy. Tercatat 4 atlet anggota regu ini merupakan mahasiswa Universitas Jember, sedangkan 2 atlet lainnya adalah pelajar SMAN Sukowono.

“Persiapan kami sudah cukup lama untuk menghadapi Porprov. Para atlet yang kami turunkan adalah atlet-atlet berprestasi pada level provinsi mau pun nasional. Hasan Fikri adalah peraih medali emas dan perunggu cabor bridge Poprov Jatim 2019. Ita Purnamasari selain peraih medali emas Porprov 2019, juga pernah menjadi juara Liga Bridge Mahasiswa tingkat nasional.”, tambah Wiwis.

Babak penyisihan nomor pasangan campuran diikuti oleh 43 pasangan dari 18 kabupaten/kota. Peserta dibagi dalam 2 pool. Dari masing-masing pool diambil 6 pasangan terbaik masuk babak final. Dari pool A melaju ke babak final adalah pasangan Alif Zidan – Habibatul Ainia dari Kota Surabaya, Alif Naufal – Darina Raihani dari Pamekasan, Kurnia Ilham – Vita Nurhayati dari Kota Kediri, Mochamad Rifai – Widya Eko dari Nganjuk, M. Iqbal – Setyo Ningrum dari Kota Kediri, dan Marcellino Dhedhukiff – Annisa Dewi dari Kota Blitar.

Sedangkan dari pool B lolos ke final Novendra Ravriel – Diana Aulia dari Gresik, Mycho Purwinaryo – Kartika Handayani dari Kabupaten Blitar, Achmad Trianto – Alya Mustika dari Kota Blitar, Florentino Benedictus – Nurul Fahr dari Kota Surabaya,  Mukhammad Aris – Inayatus Sholika dari Kabupaten Pasuruan, dan Muhammad Surul – Adinda Keysha dari Jember. Babak final berlangsung hari ini Rabu, 29 Juni 2022.

Novyan Balia, Ketua Umum Gabsi Kota Surabaya, cukup optimis Kota Surabaya akan berhasil meraih hasil memuaskan pada bridge campuran ini. “Terutama dari nomor pasangan campuran. Kami harapkan Alif Zidan dan Habibatul Ainia bermain stabil pada babak final hari ini. Mereka cukup lama berpasangan. Semoga dapat medali dari nomor pasangan campuran.”, ujar Novyan Balia.

Untuk nomor beregu campuran, Novyan Balia masih melihat ada kelemahan-kelemahan dari atlet-atlet Surabaya. “Kemarin sepertinya anak-anak masih belum tenang mainnya. Mungkin factor mental juga berpengaruh pada even besar seperti Porprov ini. Kami berharap mereka hari ini bisa lebih tenang mainnya.”, Novyan Balia berharap.

Ada 8 nomor yang dipertandingkan pada cabor Bridge Porprov Jatim 2022 yang berlangsung di Lumajang dari tanggal 26 Juni sampai 1 Juli 2022. Ketua Panitia Pelaksana cabor Bridge Raf Radiant Agung mengatakan bahwa dari 2 nomor yang sudah diselesaikan ada 7 kabupaten/ kota yang meraih medali. “Sudah selesai nomor Beregu Putra dan Beregu Putri. Sebaran medali cukup merata. Kota Malang dan Kota Probolinggo masing-masing meraih 1 medali emas. Kabupaten Pasuruan berhasil menyabet 2 medali perak. Sedangkan Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Gresik, Kota Kediri dan Kabupaten Pacitan meraih medali perunggu.

Teknologi informasi benar-benar dimanfaatkan pada penyelenggaraan cabor bridge Porprov Jatim ini. Pengelolaan atau manajemen pertandingan, pengolahan data, penyampaian informasi, dan lain-lain menggunakan teknologi informasi. “Proses menjadi cepat. Jadwal pertandingan lebih akurat. Informasi juga kami sebar lewat media sosial. Dapat dikatakan paperless, tanpa ada lagi informasi hasi pertandingan yang ditempel di papan pengumuman.  Pertandingan juga kami siarkan secara online. Melalui aplikasi Bridge Base Online atau BBO. Panitia juga menggunakan aplikasi Bridge Pocket. Aplikasi untuk mengelola kejuaraan bridge. Karya dari Abdurrahman Faiz, atlet dan pengurus bridge Jatim yang juga menekuni dunia teknologi informasi.”, pungkas Raf Radiant Agung. (*)

Editor: Freddy Mutiara

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.