Perkembangan ini merupakan rangkaian dari kebjakan liberalisasi yang dilakukan oleh pemerintah kerajaan Arab Saudi dalam beberapa tahun terakhir. Sebelumnya pemerintah juga sudah mencabut larangan menyetir mobil bagi perempuan. Pemerintah Arab Saudi juga melonggarkan aturan perwalian yang tidak memperbolehkan perempuan keluar rumah dan bepergian tanpa didampingi oleh mahram dari keluarga laki-laki.
Tiga aturan itu sekarang sudah dicabut sebagai bagian dari pelaksanaan proyek ‘’Visi 2030’’ yang dicanangkan oleh Pangeran Mohammad bin Salman atau yang lebih dikenal sebagai MBS. Dengan visi ini Arab Saudi berambisi akan menjadi negara super-modern pada 2030 sebagai upaya mengejar ketertinggalan dari negara-negara tetangga di semenanjung Arab dan negara-negara dunia lain yang sudah terlebih dahulu maju.
BACA JUGA: Holywings
Meskipun masih belum resmi menjadi penguasa di Arab Saudi tetapi MBS sudah menjadi de facto penguasa tunggal di kerajaan. Ayahnya, Raja Salman, 87 tahun, yang sudah sepuh dan sakit-sakitan, memberi MBS mandat penuh untuk menjalankan pemerintahan di kerajaan.
MBS sekarang baru berusia 37 tahun, tetapi sejak usia likuran dia sudah dikader oleh ayahnya yang ketika itu masih menjadi gubernur di ibukota Riyadh. Ketika Salman menjadi raja setelah meninggalnya Raja Abdullah pada 2015, MBS mulai diberi kekuasaan yang lebih luas. Ia menjadi menteri pertahanan dan mulai banyak mengambil keputusan-keputusan strategis di luar portofolionya.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi