Kamis, 23 April 2026, pukul : 08:20 WIB
Surabaya
--°C

Boy

MBS tetap kukuh dengan visinya. Ia melakukan diplomasi yang ekstensif ke berbagai negara Eropa dan Amerika untuk mempromosikan visinya. MBS menjadi ‘’darling’’ media barat dan pemimpin-pemimpin barat karena dianggap sebagai generasi baru yang bisa membawa perubahan di Arab Saudi.

Citra MBS tercoreng akibat pembunuhan terhadap wartawan Jamal Khashoggi di Konsulat Arab Saudi di Turki pada 2018. Semula Khashoggi adalah orang kerajaan tapi kemudian membelot lari ke Amerika Serikat karena tidak cocok dengan kebijakan otoriter MBS. Khashoggi kemudian menjadi oposisi dan menjadi pengkritik keras MBS dengan menulis artikel keras di media internasional seperti The New York Times.

BACA JUGA: Ganyang Malaysia

MBS diyakini berada di balik pembunuhan Khashoggi. Protes keras dilakukan oleh aktivis demokrasi di Eropa dan Amerika. MBS dianggap sebagai tokoh yang otoriter dan menjalankan kebijakan dengan tangan besi. MBS menyingkirkan pesaing-pesaing politiknya dari kalangan kerajaan dengan pemenjaraan dan pembunuhan. Bagi sekalangan pendukungnya MBS dinilai sebagai pembaru yang revolusioner. Tapi bagi musuh-musuhnya MBS dinilai sebagai pangeran despot yang menghalalkan segala cara.

Arab Saudi berada dalam persimpangan sejarah yang krusial. Akankah MBS dengan kebijakan tangan besi bisa mentransformasikan Arab Saudi menjadi ‘’negara modern’’, atau dia sendiri yang akan menjadi korban perlawanan gerakan konservatif yang masih kuat di Arab Saudi.

Apakah model rambut boy akan makin banyak terlihat di Arab Saudi, ataukah abaya akan kembali menjadi mode mutakhir? Wallahu a’lam. (*)

Editor: DAD

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.