Sabtu, 9 Mei 2026, pukul : 09:43 WIB
Surabaya
--°C

Lift JPO, Nasibmu Kini

KEMPALAN: Keberadaan lift di sejumlah Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Kota Surabaya yang semula diperuntukkan bagi penyandang disabilitas dan lansia, meski kini juga bisa digunakan masyarakat umum tua maupun muda, ternyata tidak termanfaatkan maksimal.

Lantaran pengguna JPO lebih suka berjalan kaki biasa. Kalau pun ada hanya satu dua orang, khususnya yang memiliki tubuh obesitas.

Untuk diketahui, JPO dibeberapa lokasi jalan utama itu pengadaannya di awali tahun 2018 hingga masa akhir jabatan walikota Risma.

Menurut sumber kempalan.com dana pengadaan lift itu bukan dari APBD Kota Surabaya. Tetapi, dari dana CSR beberapa perusahaan yang memasang iklan di masing-masing JPO itu. Satu diantaranya perusahaan iklan PT Warna Warni.

Dari pengamatan relawan kempalan.com di sejumlah JPO yang dilengkapi lift yang dirancang untuk disabilitas, justru hampir tidak ada pengguna disabilitas yang menggunakan fasilitas mewah itu.

Seperti yang terlihat di lift JPO depan Hotel Bumi Jl Basuki Rahmat, di Jl Urip Sumoharjo depan hotel Olimpic, di Jln Darmo seberang KBS, di Jl A Yani depan kantor Disperta – Dolog dan di Jl Pemuda, menjelang siang hingga sore kemarin tak ada disabilitas dan lansia menyeberang.

“Selama menjaga sejak tadi pagi tidak ada penyandang disabilitas menyeberang pakai lift ini. Kemarin-kemarin juga hampir tidak ada. Paling satu dua orang sepuh yang ditemani saudaranya dan orang yang berbadan gemuk,” kata seorang petugas Linmas yang mohon namanya tidak ditulis yang mengaku saban hari menjaga JPO dengan fasilitas lift, Sabtu (25/6/22)

Kondisi yang sama juga terjadi di setiap JPO yang dilengkapi lift di lokasi lainnya. Mimpi awalnya bahwa lift yang menempel pada JPO itu adalah khusus untuk penyandang difabel atau para lansia. Namun kenyataannya dimanfaatkan semua masyarakat.

“Tidak masalah daripada tidak ada yang memakai. Saya senang karena tidak capek naik tangga. Selagi tak ada penyandang disabilitas tidak ada salahnya dipakai penyebarang jalan normal seperti saya,” ungkap Utami pensiunan ASN.

Perempuan asli Malang ini mengaku salut dengan fasilitas publik yang disediakan Kota Surabaya yang ramah disabilitas. Sampai JPO saja dilengkapi lift. Utami mengaku, fasilitas lift di JPO ini pertama di Indonesia yang pernah dia lihat.

Fasilitas lift JPO itu, kata sumber, dibangun pihak ketiga adalah PT Warna Warni, perusahan reklame Surabaya. Tentunya PT Warna Warni mendapat kompensasi memasang iklan di JPO itu. Entah berapa tahun kompensasi itu lamanya. Yang pasti, dari iklan iklan di JPO itu PT Warna Warni meraup laba. Pasalnya, harga jual iklan berupa billboard itu nilainya ratusan juta hingga miliaran rupiah dengan masa kontrak waktu tertentu.

PT Warna Warni mendapatkan hak pasang iklan di JPO Jln Basuki Rahmat depan Hotel Bumi, JPO depan Tunjungan Plaza, JPO di Jln Gubernur Suryo depan SMAN 6, JPO di Jln Pemuda depan RRI, JPO Jln Uripsumoharjo, JPO Jln Prof Moestopo depan FKG Unair, dan JPO di jalan depan Stasiun Wonokromo. (*)

Editor: DAD

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.