Sabtu, 9 Mei 2026, pukul : 10:23 WIB
Surabaya
--°C

Holywings

Sekelompok aktivis Pemuda Ansor DKI mendatangi Holywings di Kebayoran Baru (24/6) dan menempelkan sejumlah poster protes dan tuntutan agar kafe ini ditutup. Tuntutan lebih keras muncul agar izin operasional kafe ini dicabut karena pelanggaran ini dianggap serius. Polisi sudah menetapkan 6 orang pengelola kafe sebagai tersangka.

Beberapa hari sebelumnya pemerintah DKI mencabut izin sebuah rumah yang menyelenggarakan acara ‘’Bungkus Night’’ yang dianggap sebagai prostitusi terselubung. Para pengunjung spa akan diberikan layanan khusus oleh pelayan spa yang kemudian bisa ‘’dibungkus’’ dengan biaya tertentu.

Polisi bertindak dengan menangkap lima orang penyelenggara acara sebagai tersangka. Pemerintah DKI bertindak cepat dengan mencabut izin operasional spa itu. Seorang anggota dewan DPRD DKI menengarai prostitusi terselubung di Jakarta menjadi fenomena gunung es yang tidak mudah diatasi. Acara-acara semacam Bungkus Night banyak bermunculan di berbagai tempat hiburan malam dengan berbagai format yang berbeda.

BACA JUGA: Bandar, Bandit, Badut

Ketika kasus rendang babi menjadi heboh ada yang membela dengan menganggapnya sebagai strategi marketing. Ada yang menganggapnya sebagai kreatifitas karena rendang tidak bisa diasosiasikan dengan agama dan tradisi tertentu secara eksklusif. Gus Miftah, seorang pendakwah dari Jogja mengajukan pertanyaan bernada sarkastis, ‘’sejak kapan rendang punya agama’’.

Pertanyaan yang semula dimaksudkan sekadar slengekan memantik reaksi serius dari Ustaz Adi Hidayat (UAH) yang menyebut bahwa rendang punya agama sejak batik, angklung, dan reog punya kewarganegaraan. UAH menganggap rendang sebagai bagian dari budaya yang tidak bisa dipisahkan dari masyarakat etis Minangkabau yang muslim. UAH juga mengatakan bahwa batik tidak bisa dipisahkan dari budaya masyarakat Indonesia yang sejak awal menjadikan batik sebagai identitas nasional. Gus Miftah sudah meminta maaf kepada masyarakat Minangkabau atas pernyataannya itu.

Kreatifitas tentu menyentuh batasnya ketika sudah menyenggol agama dan etika. Kalau kreatifitas dibiarkan bablas nanti ada yang bertanya pula ‘’sejak kapan alkohol punya nabi’’. (*)

Editor: DAD

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.