3) Horizontalisme. Sistem organisasi non-hierarki, yakni keputusan dibuat dengan konsensus.
4) Hapus kemapanan. Advokasi penghapusan institusi seperti penjara, polisi dan militer, yang mereka anggap secara inheren menindas.
5) Per definisi. Anti-kapitalis, anti-rasis, penentang semua bentuk kefanatikan dan penindasan. Baik dari institusi terhadap individu, maupun antar individu.
Isi buku itu ketinggian buat aktivis, pendemo kita. Tepatnya, ada pluralisme pemahaman. Kata ‘anarkis’ dari bahasa Yunani ‘anarchos’, artinya perindu kebebasan. Pada awal abad ke-18 diserap Bahasa Inggris: Anarchy. Artinya sama dengan Yunani.
Ya, tentunya ketinggian buat kita. Asal katanya pun dari sono. Kita cuma niru.
Belum lagi, rata-rata lama sekolah penduduk Amerika (Mean Years of Schooling – MYS) 14,02 di tahun 2020 (data: Kumpulan indikator pembangunan World Bank). Artinya, rata-rata pendidikan warga sana setara Diploma Dua (D-2).
Maka, pendemo Indonesia tidak sebanding dengan Amerika. Tidak aci, jika dibandingkan. Ketinggian sana.
Hanya sebagai komparasi, sebab asal kata “demokrasi” yang diteriakkan aktivis kita, asalnya dari sana. Juga kata “anarki”, yang dikhawatirkan pemerintah kita, asalnya juga dari sana.
Sehingga tidak adil, jika kita ogah dibandingkan dengan Amerika, tapi kita mau mengadopsi gerakan sosial itu, dari sana. Tidak adil pula, jika kita ingin kebebasan berbicara-berpendapat, tapi kita benci Amerika, sang inspirator kebebasan itu sendiri.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi