Jumat, 17 April 2026, pukul : 22:57 WIB
Surabaya
--°C

Politik Romantis Anies dan Nasdem

Hubungan Anies dengan Surya Paloh pun tampak dinamis. Keduanya sudah kenal lama, bahkan jauh sebelum Anies terjun ke politik praktis. Anies pernah menjadi pengelola salah satu program acara di Metro TV yang dimiliki Paloh. Nama program itu “Save Our Nation” yang tayang para tahun 2010.

Namun, keduanya sempat menjadi lawan politik pada Pilgub DKI Jakarta 2017 lalu. Pasalnya, saat itu Nasdem justru mendukung Ahok-Djarot, yang menjadi kompetitor Anies-Sandiaga Uno.

Ahok dan Anies keduanya adalah deklarator Nasdem. Namun Nasdem lebih memilih mendukung Ahok dengan alasan mengusung pluralitas dan atas dasar prestasi Ahok sebelumnya.

Pilgub itu kemudian dimenangkan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Ahok bahkan kemudian tersangkut pidana gara-gara mengutip salah satu ayat Alquran surat Al Maidah, dan menafsirkannya dalam konteks politik praktis, dalam pidatonya di Kepulauan Seribu.

Dia terjerat penistaan agama dan dikenai hukuman penjara. Pilkada DKI Jakarta 2017 dinilai para pakar politik sebagai pemilihan kepala daerah terburuk karena penuh perselisihan, termasuk isu SARA.

Kasus itu berbuntut panjang, termasuk pada partai pengusungnya. Kepada media, Surya Paloh blak-blak an mengaku, gara-gara mendukung Ahok saat itu, partainya dicap sebagai partai penista agama. Dan “babak belur” karena mendapat hukuman besar dari masyarakat.

Nasdem kehilangan banyak kursi di DPR dan DPRD. Bahkan di Aceh, tanah kelahiran Surya Paloh sendiri, ada dua daerah pemilihan di mana partainya sama sekali tidak memiliki suara sama sekali.

Namun pertarungan sengit itu tidak lantas membuat hubungan Surya Paloh dan Anies merenggang. Keduanya tampak masih menjaga hubungan baik, dan saling memuji.

Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo, dua nama yang direkomendasikan sebagai calon presiden dari Partai Nasdem.

Sebagai Gubernur DKI Jakarta, Anies kerap diundang dan menghadiri berbagai even partai itu. Dalam beberapa kesempatan Anies sering bernostalgia mengenang saat momen deklarasi Nasdem.

Keduanya telah mempertontonkan sebuah demokrasi yang matang, yang dulu sama-sama dicita-citakan.

Apakah romantisme Anies dan Nasdem ini akan sampai ke istana? Kita lihat saja nanti.

Karena, dari tiga nama yang direkomendasikan, Nasdem masih harus memilih momentum emas memilih satu nama untuk mereka usung.

Selain itu, Nasdem juga harus melakukan “pedekate” untuk berkoalisi dengan partai lainnya demi memenuhi syarat presidential threshold 20 persen. Nasdem hanya memiliki 10 persen kursi di DPR, masih belum cukup untuk mengusung capres sendiri.

Namun setidaknya, dengan menggelar Rakernas untuk menghimpun masukan dari seluruh DPW, Nasdem telah membuktikan sebagai partai dengan sistem politik yang matang. Juga mempraktekkan demokrasi yang sesungguhnya.

Suara partai sudah seharusnya adalah suara masyarakat. Bukan hanya suara, keinginan, dan kepentingan elit politik semata. Selamat! (*)

Editor: Freddy Mutiara

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.