Klub-klub itu ibaratnya melakukan start dengan langsung terbang atau ‘’flying start’’. Ketiga pemain muda itu akan menjadi calon penerima penghargaan Ballon D’or di masa mendatang dan akan menjadi pemain-pemain bintang yang merajai kompetisi sepak bola Eropa.
Mbappe bermain di klub Prancis Paris Saint Germain (PSG). Ia duburu oleh klub besar Real Madrid yang sekarang menjadi ‘’The King of Europe’’ Raja Eropa pemenang piala Liga Champions. Tapi, Mbappe menolak pinangan Madrid pada detik-detik terakhir. Mbappe memutuskan untuk memperpanjang kontrak dengan PSG dengan nilai kontrak yang diperkirakan memecakan rekor dunia, tetapi tidak diumumkan secara terbuka.
BACA JUGA: Negara Totaliter
Real Madrid menjadi klub besar yang menjadi korban PHP (pemberi harapan palsu) dari pemain profesional yang memburu bayaran tinggi nan fantastis. Madrid sekaligus menjadi contoh bagaimana politik uang memainkan peran penting dalam percaturan sepak bola profesional level tinggi dunia.
Madrid pernah dikenal sebagai ‘’Los Galacticos’’ karena bisa mengumpulkan pemain-pemain bintang dari segala penjuru dunia, dan menjadikan Madrid sebagai klub paling flamboyan dan menjadi Raja Eropa yang belum ada tandingnya. Presiden klub Madrid, Florentino Perez yang flamboyan menjadi arsitek utama pembentukan ‘’Los Galactos’’.
Pemain-pemain bintang yang menjadi incarannya hampir selalu berhasil direkurt. Para bintang itu berkumpul membentuk sebuah galaksi tersendiri yang disebut ‘’Los Galacticos’’. Sekarang Madrid kehilangan kekuatan finansialnya, dan itu terbukti dari gagalnya Madrid merekurt Mbappe. Florentino Perez kehilangan aura saktinya untuk merekurt pemain-pemain incaran.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi