JAKARTA-KEMPALAN: Pendapatan non Covid-19 PT Bundamedik Tbk (BMHS) pada kuartal I-2022 tercatat meningkat hingga 12,6 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu atau naik sebesar Rp375 miliar. Angka tersebut mengindikasikan bahwa tertinggi dalam dua tahun terakhir.
Pendapatan tersebut disumbang oleh pengembangan core business perusahaan BMHS yang paling utama adalah dari unit bisnis Morula IVF, market leader untuk layanan bayi tabung yang akan terus melebarkan sayapnya di Indonesia, dan diagnosis yang tumbuh dengan pesat karena pengembangan jaringan pasar di layanan tes non-Covid melalui strategi kemitraan strategis.
Namun, meskipun BMHS mencatat adanya pertumbuhan pendapatan, pihaknya juga mencatat penurunan laba bersih yang diperoleh sebesar 55,2 persen menjadi Rp28,7 persen miliar jika dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Mesha Rizal Sini, Direktur Utama Bundamedik, mengatakan banyak penyesuaian untuk strategi yang harus dilakukan oleh penyedia layanan kesehatan selama pandemi.
“Namun, terlepas dari hal tersebut, kami selalu konsisten dengan strategi pengembangan core business non Covid-19 sehingga dalam kondisi apapun kita siap dengan fundamental bisnis yang kokoh. Kini seiring dengan meredanya pandemi COVID-19, konsistensi tersebut pun menjadi bekal kesiapan kami dalam menghadapi dinamika lanskap industri,” ungkapnya.
Dr. Ivan Sini, Komisaris Utama BMHS, juga mengatakan bahwa pencapaian tersebut terlihat sangat signifikan dan merupakan awal yang luar biasa bagi BMHS untuk terus beradaptasi dengan cepat demi memenuhi kebutuhan layanan kesehatan masyarakat di masa depan.
“Apalagi seiring dengan kesadaran terhadap kesehatan yang semakin meningkat, tercermin dari kenaikan signifikan pada angka tes non-Covid yang dilakukan masyarakat di ekosistem kami,” ungkap Dr. Ivan pada Kamis (16/6/2022).
Tes non-Covid yang dicatat oleh Bundamedik selama kuartal I-2022, yaitu meningkat sebesar 38 persen year on year (YoY). Hal tersebut dipengaruhi karena keberadaan model bisnis yang didorong oleh kontribusi cabang dan outlet beserta internal di dalam layanan RS Bunda.
Dibandingkan kuartal I-2021, saat ini Bundamedik memiliki 38 outlet Diagnosis dan tercatat naik sebesar 2 kali lipat. Ke depannya, pengembangan diagnosis akan ditingkatkan melalui tambahan 5 outlet atau cabang di beberapa wilayah.
Selain itu, layanan Morula IVF juga mengalami peningkatan sebesar 26 persen di tahun 2021, lalu pada Q1-2022 jumlah cycle di luar Jakarta juga mengalami peningkatan sebesar 36 persen, dan secara tahunan volume penerimaan pasien rawat inap juga mengalami kenaikan sebesar 48 persen.
“Upaya perluasan ekosistem juga terus dilakukan, salah satunya lewat kolaborasi dengan klinik lokal obgyn yang merupakan klinik fertilitas Indonesia (KFI) danmemiliki potensi sangat besar sebagai penyokong untuk Morula IVF,” tutur Ivan. (CNBC/Bisnis/Kompas, Arlita Azzahra Addin)
Editor: Reza Maulana Hikam

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi