JAKARTA–KEMPALAN: Dalam rangka memperingati Hari Donor Darah Sedunia yang bertepatan pada tanggal 14 Juni, dijadikan sebagai momen untuk meningkatkan kesadaran global akan kebutuhan darah yang aman untuk transfusi, khususnya di kalangan generasi muda.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, Palang Merah Indonesia (PMI) DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Rustam Effendi memiliki inovasi yang memudahkan masyarakat untuk mendapatkan darah.
“Terobosan-terobosan ini menjadi amat penting karena kebutuhan akan darah memerlukan operasi efisien yang efektif. Selain itu para pendonor juga mendapatkan kemudahan dalam melakukan kegiatan donor di berbagai wilayah di Jakarta,” kata Anies di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat, Selasa, 14 Juni 2022.
Anies mengapresiasi PMI DKI Jakarta yang sudah begitu banyak membantu pencarian dan menerima orang untuk mendonorkan darah.
Selain itu, Anies memberikan penghargaan setinggi-tingginya atas konsistensi para pendonor. Jika satu kali donor darah dapat menyelamatkan nyawa, maka sukarelawan yang telah melakukan donor darah 150 hingga 200 kali merupakan pahlawan kemanusiaan yang sudah menyelamatkan banyak nyawa. Hal ini berarti para pendonor sudah lebih dari 30 tahun melakukan donor darah.
“Penghargaan ini tentu bukan sekadar tanda untuk diri sendiri, tapi penanda untuk masyarakat agar ini menjadi inspirasi pribadi berhati mulia. Insya Allah menjadi contoh di masyarakat sekitarnya, keluarga, lingkungan, dan harapannya makin banyak lagi yang melakukan kegiatan donor,” tutur Anies.
Salah satunya, lanjut Anies, terdapat staf atas nama Taslim yang sudah berumur 56 tahun selalu konsisten sebagai pendonor darah sejak umur 17 tahun. Taslim sudah mendapat panggilan jiwa sebagai pendonor darah karena kemauan sendiri.
“Pada tahun ini, beliau sudah menjadi pendonor darah secara sukarela selama 39 tahun. Meskipun belum mencapai 150 kali, tetapi tercatat sudah melakukan donor darah sebanyak 117 kali,” ungkap Anies.
Anies menegaskan, Pemprov DKI Jakarta terus mendukung program donor darah dan bersama-sama mitra PMI DKI Jakarta, terutama lebih gencar melakukan sosialisasi di kalangan anak muda. Hal ini juga karena donor darah bisa menjadi gaya hidup sehat yang membawa banyak manfaat untuk kesehatan.
“Melalui donor darah, kita dapat membangun rasa solidaritas generasi muda, sehingga tercipta kesatuan dan persatuan untuk mengawal keberlanjutan pembangunan serta ketahanan negara,” imbuhnya.
Sedangkan Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) DKI Jakarta Rustam Effendi menjelaskan pendonor darah yang menyumbangkan 350 ml darahnya dalam 1 kantong darah dapat membantu menyelamatkan 3 nyawa. Jika 450 ml darah, bisa untuk 4 nyawa.
“Jika jumlahnya dikalikan maka setara dengan 450-600 nyawa yang diselamatkan oleh pendonor. Lebih lagi, kebutuhan darah di Indonesia dan Jakarta saat ini masih sangat banyak,” ujar Rustam.
Berdasarkan informasi PMI DKI Jakarta, target per hari dibutuhkan sekitar 1.000-1.200 kantung darah. Kebutuhan tersebut tidak bisa dipenuhi hanya oleh PMI. Peran dari mitra PMI sangat besar untuk mengajak dan menggugah lebih banyak masyarakat menjadi sukarelawan.
Sementara itu, Taslim (56) mengaku mendonorkan darah untuk membantu orang yang membutuhkan darah yang sama dengannya. Taslim merupakan ASN Pemprov DKI yang memiliki solidaritas tinggi terhadap kemanusiaan. “Untuk membantu orang yang membutuhkan,” ucap Taslim. (kba)
Editor: Freddy Mutiara

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi