Dalam kasus Sharma yang menjadi sasaran pelecehan ialah Nabi Muhammad. Dalam film ini yang dianggap menjadi sasaran pelecehan adalah Siti Fatimah Az-Zahrah putri Nabi Muhammad. Film itu berkisah mengenai kehidupan Siti Fatimah dari sudut pandang yang kontroversial sehingga berpotensi semakin menimbulkan perpecahan di kalangan Islam antara penganut Sunni dan Syiah.
Dalam Bahasa Arab film ini bertitel ‘’Sayyidah Al-Jannah’’ digarap oleh sutradara Australia Eli King dan skenario ditulis oleh Yasser Al-Habib, seorang intelektual Kuwait yang berlatar belakang Syiah. Dengan latar belakang itu Al-Habib dianggap membelokkan sejarah Fatimah untuk kepentingan propaganda Syiah.
Film ini dibuka dengan kisah sekelompok teroris yang menguasai sejumlah wilayah di Irak. Seorang anak kecil yang menjadi korban perang kehilangan ibunya yang dibunuh kelompok ISIS. Untuk mengobati rasa sedih dan trauma, wanita tua yang merawat anak itu kemudian menceritakan kisah hidup Sayidah Fatimah.
BACA JUGA: Rendang Babi
Digambarkan bahwa Siti Fatimah juga mengalami hidup yang menderita karena merasakan juga kepedihan akibat kekerasan teror. Kesedihan Siti Fatimah sepeninggalan Nabi Muhammad sedemikian mendalam sampai akhirnya Siti Fatimah meninggal dunia.
Penggalan pertama opening film ini sudah memicu kontroversi. Siti Fatimah disebut sebagai ‘’korban teror’’ yang dilakukan oleh para sahabat Nabi Muhammad. Dalam salah satu versi digambarkan bahwa Fatimah mengalami keguguran karena tindak kekerasan salah satu sahabat Nabi Muhammad.
Sudut pandang yang bermusuhan terhadap sahabat Nabi Muhammad ini yang menjadi salah satu pemicu utama perpecahan Sunni dan Syiah. Penganut Sunni sangat menghormati ‘’Khulafaur-Rasyidun’’ atau Empat Khalifah yang Mendapat Petunjuk, yaitu Abubakar, Umar, Ustman, dan Ali. Kalangan Syiah menganggap di antara empat khalifah sahabat terdekat Nabi itu hanya Ali yang legitimate dan tiga lainnya tidak legitimate.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi